Minim Orderan, UMKM Ukir di Kerjasan Kudus Jalan di Tempat
Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 8 September 2021 15:37:48
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Perajin ukir di Kelurahan Kerjasan, Kabupaten Kudus tak lagi ada pesanan. Alhasil, produksi ukir wajah dari kayu jalan di tempat.
Lurah Kerjasan, Rio Deny Widodo menyebut pemuda-pemuda di Kelurahan Kerjasan tak lagi memproduksi kerajinan kayu secara masif. Saat ini, beberapa pemuda hanya memproduksi dua ukir wajah saja dalam sehari.
"Sudah tidak produksi secara masif itu saat Kudus PPKM level empat. Saat ini paling hanya buat dua ukiran wajah saja. Kalau dulu kan sehari buat lima produk lebih. Belum termasuk yang pesanan meja, kursi, dan lemari," katanya, Rabu (8/9/2021).
Menurutnya, pandemi Covid-19 berdampak bagi pesanan ukir wajah yang biasanya diproduksi pemuda-pemudi di Kelurahan Kerjasan. Beberapa ukir wajah presiden dan tokoh pewayangan minim peminat.
"Permintaan sudah tidak ada. Stok di tempat produksi juga hanya 12 unit saja," ujarnya.
Baca: Dari Ukir Gebyok Pria di Kudus Beralih Ukir Wajah Tiga Dimensi yang Bisa Hasilkan Cuan Menggiurkan
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Salah seorang pemuda menyelesaikan ukiran wajah pahlawan. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Perajin ukir di Kelurahan Kerjasan, Kabupaten Kudus tak lagi ada pesanan. Alhasil, produksi ukir wajah dari kayu jalan di tempat.
Lurah Kerjasan, Rio Deny Widodo menyebut pemuda-pemuda di Kelurahan Kerjasan tak lagi memproduksi kerajinan kayu secara masif. Saat ini, beberapa pemuda hanya memproduksi dua ukir wajah saja dalam sehari.
"Sudah tidak produksi secara masif itu saat Kudus