Harga Telur Anjlok, Disperindag Jateng Beberkan Faktornya
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 23 September 2021 15:27:50
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Harga telur sejak beberapa waktu terakhir anjlok. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah menjelaskan beberapa faktor penyebabnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa tengah, Muhammad Arif Sambodo Dia menyebut harga normal telur yakni sekitar Rp 22 ribu hingga Rp 24 ribu per kilogram.
"Tetapi di pasar saat ini harganya Rp 18 ribu. Tapi itu harga di pasar lho ya. Kalau harga di peternak mungkin lebih rendah," katanya di Kudus, Kamis (23/9/2021)
Arif Sambodo melanjutkan, anjloknya harga telur sudah terasa sejak tiga hingga empat bulan terakhir. Dia membeberkan beberapa faktor.
Pertama, telur yang tergolong musiman sangat berpengaruh pada tingkat permintaan. Menurutnya, memang ada penurunan permintaan telur selama adanya pandemi Covid-19 ini.
Baca: Harga Telur Anjlok Bikin Peternak di Kudus Kelimpungan
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pedagang berjualan telur di Pasar Bitingan, Kudus belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Harga telur sejak beberapa waktu terakhir anjlok. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah menjelaskan beberapa faktor penyebabnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa tengah, Muhammad Arif Sambodo Dia menyebut harga normal telur yakni sekitar Rp 22 ribu hingga Rp 24 ribu per kilogram.
"Tetapi di pasar saat ini harganya Rp 18 ribu. Tapi itu harga di pasar lho ya. Kalau harga di peternak mungkin lebih rendah," katanya di Kudus, Kamis (23/9/2021)
Arif Sambodo melanjutkan, anjloknya harga telur sudah terasa sejak tiga hingga empat bulan terakhir. Dia membeberkan beberapa faktor.
Pertama, telur yang tergolong musiman sangat berpengaruh pada tingkat permintaan. Menurutnya, memang ada penurunan permintaan telur selama adanya pandemi Covid-19 ini.
Baca: