Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus dr Ahmad Syaifuddin menyakini Kudus tidak akan naik lagi ke level 3 PPKM. Ada beberapa indikator yang membuatnya yakin mengenai hal ini.

Menurutnya per Kamis (30/9/2021) kemarin, pencapaian vaksinasi di Kudus sudah 45 persen untuk dosis pertama. Vaksinasi ini untuk membentuk kekebalan komunal terhadap Covid-19.

"Kalau hitungan manual itu di Kudus sudah 45 persen. Tetapi kalau dilihat dari dashboard aplikasi PeduliLindungi sudah 49 persen," katanya, Jumat (1/10/2021).

Terlebih, menurutnya vaksinasi di Kudus dapat dibilang digelar setiap hari. Mulai di fasilitas kesehatan (faskes) dan di beberapa instansi.

"Insyaallah tidak kembali ke level tiga. Setiap hari di Kudus itu vaksinasi ada terus," katanya, Jumat (1/10/2021).
"Insyaallah tidak kembali ke level tiga. Setiap hari di Kudus itu vaksinasi ada terus," katanya, Jumat (1/10/2021).Dia melanjutkan, di RSI saja mulai hari ini diadakan kegiatan vaksinasi bagi remaja. Bahkan kegiatan itu berlangsung selama lima hari. Sasarannya 1.180 remaja."Vaksinasi memang sebagai upaya mencegah penyebaran virus Covid-19. Tetapi harus diketahui juga bukan berarti setelah divaksin itu benar-benar kebal. Harus tetap menerapkan protokol kesehatan," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler