Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Sejumlah SPBU di Kabupaten Kudus mengalami kelangkaan BBM jenis solar. Bahkan pada Minggu (17/10/2021) kemarin sempat terjadi antrean panjang truk-truk di SPBU.

Senin (18/10/2021) antrean di SPBU mulai berkurang, seiring datangnya stok di SPBU yang ada di Krawang, Kudus. Meski demikian, ada SPBU lain yang stok solarnya kosong, seperti di SPBU Dersalam Kudus.

Area Manajer Communication Relations and Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah Sub Sub Holding Commercial and Trading Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho memastikan jika berupaya memenuhi kebutuhan solar.

"Terkait kenaikan signifikan solar subsidi di SPBU Krawang Kudus, Pertamina berkomitmen untuk memenuhi. Kami tengah berkoordinasi dengan BPH Migas terkait kuota Solar subsidi," katanya.

Baca: Permintaan Solar Meningkat, Truk Mengular di SPBU Kudus

Menurut dia, telah dilakukan penambahan penyaluran solar subsidi di SPBU tersebut. Sehingga diharapkan sudah tak ada lagi kelangkaan.

"Selain penambahan penyaluran, Pertamina juga memastikan kecukupan dan distribusi solar subsidi. Yakni dengan mengoptimalkan produksi kilang, serta melakukan monitoring penyaluran," ujarnya.

Baca: Ini Penyebab Solar Langka di KudusMonitoring itu dilakukan dengan tujuan agar penyaluran tepat sasaran. Antara lain dengan sistem digitalisasi dan pemantauan secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC).Brasto menambahkan, pihaknya terus melakukan penghitungan proyeksi kebutuhan solar subsidi. Selain itu juga memastikan suplai untuk dapat memenuhi peningkatan permintaan yang terjadi."Kemudian untuk stok dan penyaluran BBM nonsubsidi seperti Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax, dan Pertalite, kami pastikan dalam kondisi aman. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," pungkasnya.  Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler