Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Keluarga buruh rokok di Kabupaten Rokok mengikuti pelatihan untuk menjadi pengusaha selama sepekan ini. Di antaranya pelatihan barista yang berakhir Jumat (22/10/2021) hari ini.

Instruktur Pelatihan Barista yang juga owner Gotcha Coffee Roastery Semarang Nanda Dika Arseno menyampaikan, peserta selama pelatihan diajari 30 persen teori dan 70 persen praktik.

Dia menambahkan, beragam informasi soal kopi sudah diberikannya. Menurutnya membuat kopi tidak serta merta menyedu lalu diberikan ke konsumen.

"Kami sampaikan ke teman-teman pelatihan bahwa tugas barista tidak hanya bikin kopi terus selesai. Tetapi bagaimana seorang barista itu memberikan pelayanan kepada customer," katanya.

Nanda menyampaikan, di Kudus sendiri bisa dibilang sudah banyak coffee shop. Oleh sebab itu, pelayanan kepada konsumen juga harus baik. Sehingga konsumen bisa datang kembali.

"Menghargai pelanggan itu penting. Aspek lainnya tentunya juga didukung dengan manajemen keuangan yang baik. Kalau keuangan bagus dan tertata rapi, coffee shop akan stabil," ungkapnya.

Baca: Mandiri Sejak Kecil, Dara Cantik di Kudus Ini Biayai Kuliah dari Nyanyi dan Jadi Barista
Baca: Mandiri Sejak Kecil, Dara Cantik di Kudus Ini Biayai Kuliah dari Nyanyi dan Jadi BaristaTeknis lain perihal kopi juga dilakukan. Mulai dari mengenali bahan baku, cara menyimpan bahan baku, cara mengeksekusi produk, dan lainnnya."Harapan kami dengan adanya pelatihan barista ini dapat melahirkan barista profesional. Selain itu dapat menciptakan lapangan kerja," harapnya.Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan asal Desa Pedawang, Deki mengaku ikut pelatihan agar memiliki wawasan soal dunia kopi. Pemuda yang bekerja sebagai karyawan di pabrik rokok di Kudus itu juga berkeinginan memiliki kedai kopi."Pertama ingin menambah wawasan soal kopi. Kemudian harapannya setelah ikut pelatihan ini saya bisa buka kedai kopi sendiri," jelasnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler