Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Bantuan alat usaha bagi buruh rokok di Kudus tak dapat diberikan tahun ini. Namun, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi UKM Kabupaten Kudus berencana mengupayakan lewat dua cara.

Diketahui, bantuan alat bagi buruh rokok yang mengikuti pelatihan beberapa waktu lalu memang tidak dapat direalisasiskan tahun ini karena Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tidak diperbolehkan untuk pengadaan alat.

Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan pihaknya akan mengupayakan lewat APBD 2022 dan APBN 2022.

"Kami juga koordinasi dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) maupun koordinasi dengan Kementerian Perindustrian," katanya, Rabu (27/10/2021).

Meski tetap akan mengupayakan lewat dua cara itu, Rini mengaku belum mengetahui rincian anggaran yang didapatkan. Namun, ketika nantinya sudah ada anggaran dia sudah memiliki gambaran pembelian alat.

"Paling tidak pengadaan alat kami upayakan untuk pelatihan tata boga atau barista," ujarnya.

Baca: Pemkab Kudus Upayakan Bantuan Alat Usaha ke Buruh Rokok
Baca: Pemkab Kudus Upayakan Bantuan Alat Usaha ke Buruh RokokRini tidak memungkiri, pengadaan alat yang tidak dapat dilakukan tahun ini memang mengganggu masyarakat yang sudah selesai mengikuti pelatihan. Meski begitu dia mengimbau agar masyarakat tetap semangat selepas mengikuti pelatihan."Bagi yang sudah mengikuti pelatihan jangan berhenti. Tetap berlatih dan praktek. Kami dinas tetap terbuka bagi yang ingin bertanya soal apapun," ujarnya.Menurutnya pihaknya juga terus berkoordinasi dengan peserta yang telah selesai menyelesaikan pelatihan. Hal itu bertujuan agar peserta yang sudah mengikuti pelatihan tetap terpantau."Supaya selesai pelatihan kemudian tidak selesai begitu saja. Tetapi harus ada manfaat selepas pelatihan," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler