Harga Minyak Goreng Naik, Dinas Perdagangan Kudus Cari Penyebabnya
Vega Ma'arijil Ula
Senin, 1 November 2021 15:01:22
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Harga minyak goreng kemasan di Kabupaten Kudus naik menjadi Rp 17 ribu dari sebelumnya Rp 13 ribu-14 ribu. Dinas Perdagangan tengah berupaya mencari penyabab kenaikan harga ini.
Kasi Fasilitasi Perdagangan Dinas Perdagangan Kudus Teddy Hermawan mengatakan, normalnya harga normal minyak goreng kemasan di harga Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu.
"Iya benar ada kenaikan. Tetapi memang belum ada operasi pasar. Kami akan cari dulu penyebabnya," katanya, Senin (1/11/2021).
Menurut Teddy, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, biasanya penyebab kenaikan harga disebabkan naiknya harga minyak sawit. Meski begitu pihaknya akan mencari tahu terlebih dahulu terkait naiknya harga minyak goreng kemasan di Kota Kretek.
"Saya belum tahu pastinya, tetapi akan coba kami cari tahu dulu penyebabnya. Karena kalau mau operasi pasar juga kami tidak bisa sendirian. Karena biasanya ditemani BULOG," ujarnya.
Baca: Harga Minyak Goreng di Kudus Merangkak Naik
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pedagang minyak goreng kemasan di Pasar Bitingan, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Harga minyak goreng kemasan di Kabupaten Kudus naik menjadi Rp 17 ribu dari sebelumnya Rp 13 ribu-14 ribu. Dinas Perdagangan tengah berupaya mencari penyabab kenaikan harga ini.
Kasi Fasilitasi Perdagangan Dinas Perdagangan