Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Kudus yang terserap bekerja di perusahaan masih minim. Meski demikian, para difabel mempunyai peluang yang cukup luas.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kudus sekaligus Anggota Komisi D DPRD Kudus, Achmad Yusuf Roni mengatakan para difabel sebenarnya memiliki potensi untuk bekerja di perusahaan. Kualitas yang dimiliki berbeda-beda.

"Saya sering kumpul dengan rekan-rekan disabilitas secara intens. Kualitas mereka sebenarnya bagus-bagus. Ada yang ahli IT, ada yang pernah dapat beasiswa di Amerika juga," katanya, Senin (1/11/2021).

Potensi ini menurutnya, bisa diberdayakan oleh dukungan dari dinas terkait. Termasuk mencarikan posisi yang tepat sesuai dengan keahlian mereka untuk bekerja di perusahaan.

"Potensi mereka itu ada. Tinggal nanti perusahaan mencari kebutuhan tenaga kerja yang seperti apa," sambungnya.

Yusuf menambahkan, selain dibutuhkan pelatihan pembekalan kerja bagi disabilitas, pembekalan psikologi juga dirasa perlu. Tak hanya itu, Yusuf berpendapat pemberian alat bantu juga diperlukan.

"Pemberian alat bantu untuk beraktivitas seperti kaki palsu atau tangan palsu itu juga tugas pemerintah," sambungnya.
Baca: Kudus Buka Pintu Difabel yang Ingin Kerja di Kantor PemerintahSementara itu, Pegiat disabilitas Kudus, Anjas Pramono mengatakan hal yang sama. Menurut dia potensi disabilitas untuk bekerja di perusahaan maupun pabrik tergolong mumpuni."Kalau saya mengamati, sebenarnya teman-teman itu punya potensi. Tetapi perusahaan-perusahaan tidak banyak yang tahu itu," ujarnya.Lebih lanjut, Anjas menyampaikan beberapa rekannya sudah membuktikan. Beberapa rekan disabilitas juga ada yang sukses."Ada yang buka las bengkel. Ada yang wirausaha lainnya juga. Artinya mereka itu sebenarnya punya potensi, tetapi belum dilirik," imbuhnya.Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler