Fasilitas Publik di Kudus Dianggap Belum Ramah Difabel
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 5 November 2021 11:20:08
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Fasilitas publik di Kabupaten Kudus dianggap masih belum ramah difabel. Kondisi ini dinilai menyulitkan para penyandang disabilitas dalam mobilitasnya.
Bahkan pegiat disabilitas Kudus, Anjas Pramono menyebut jika pemerintah tak melibatkan kalangan difabel dalam penyiapan sarana dan prasarana publik. Alhasil sarpras yang dibangun banyak yang tak memperhitungkan kebutuhan difabel.
Di antaranya trotoar yang dibangun terlalu tinggi, dan tak ada bidang miring untuk akses untuk difabel. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah taman di Kudus.
"Seharusnya pemkab ajak kami dulu untuk sosialisasi. Apa kebutuhan kami para disabilitas. Bukan tahu-tahu membangun sarpras tapi tidak ada sarana bagi disabilitasnya," kata Anjas, Jumat (5/11/2021).
Pihaknya berkeinginan di setiap tempat pelayanan publik agar disediakan minimal bidang miring bagi kaum disabilitas untuk akses kursi roda. Selain itu dia berkeinginan agar disediakan kursi roda cadangan.
"Minimal ada itu dulu sudah cukup. Tetapi nyatanya belum terimplementasikan," terangnya.
Baca: Kudus Buka Pintu Difabel yang Ingin Kerja di Kantor Pemerintah
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Salah seorang difabel tengah mengangkat kursi rodanya untuk turun dari trotoar di Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Fasilitas publik di Kabupaten Kudus dianggap masih belum ramah difabel. Kondisi ini dinilai menyulitkan para penyandang disabilitas dalam mobilitasnya.
Bahkan pegiat disabilitas Kudus, Anjas Pramono menyebut jika pemerintah tak melibatkan kalangan difabel dalam penyiapan sarana dan prasarana publik. Alhasil sarpras yang dibangun banyak yang tak memperhitungkan kebutuhan difabel.
Di antaranya trotoar yang dibangun terlalu tinggi, dan tak ada bidang miring untuk akses untuk difabel. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah taman di Kudus.
"Seharusnya pemkab ajak kami dulu untuk sosialisasi. Apa kebutuhan kami para disabilitas. Bukan tahu-tahu membangun sarpras tapi tidak ada sarana bagi disabilitasnya," kata Anjas, Jumat (5/11/2021).
Pihaknya berkeinginan di setiap tempat pelayanan publik agar disediakan minimal bidang miring bagi kaum disabilitas untuk akses kursi roda. Selain itu dia berkeinginan agar disediakan kursi roda cadangan.
"Minimal ada itu dulu sudah cukup. Tetapi nyatanya belum terimplementasikan," terangnya.
Baca: