Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kalangan DPRD Kudus memastikan Peraturan Daerah (Perda) yang menjadi payung hukum perlindungan penyandang disabilitas di Kudus akan rampung dibahas dan disahkan akhir tahun 2021 ini.

Perda Disabilitas itu nanti diharapkan mampu memfasilitasi para difabel Kudus. Termasuk memberi kesempatan kalangan difabel untuk bekerja di perusahaan.

"Misalnya untuk mengkomunikasikan disabilitas memperoleh hak bekerja di perusahaan. Ketika sudah ada Perdanya, kan enak,” kata Anggota DPRD Kudus Ahmad Yusuf Roni, Jumat (5/11/2021).

Ia mengatakan, pihak DPRD tengah menggodok rancangan perda itu. Diharapkan, akhir tahun ini bisa segera dilakukan sidang paripurna untuk pengesahan.

Ketua Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) Kudus, Rismawan Yulianto menyambut baik adanya kabar ini. Ia berharap hak difabel dapat terfasilitasi melalui perda tersebut.

"Harapannya segera disahkan. Sehingga semua hak teman-teman (difabel, red) dapat terpenuhi," ujarnya.

Baca: Fasilitas Publik di Kudus Dianggap Belum Ramah DifabelSebelumnya, kalangan difabel menyoroti tentang fasilitas publik yang tak ramah terhadap mereka. Kondisi ini dinilai menyulitkan para penyandang disabilitas dalam mobilitasnya.Bahkan pegiat disabilitas Kudus, Anjas Pramono menyebut jika pemerintah tak melibatkan kalangan difabel dalam penyiapan sarana dan prasarana publik. Alhasil sarpras yang dibangun banyak yang tak memperhitungkan kebutuhan difabel.Di antaranya trotoar yang dibangun terlalu tinggi, dan tak ada bidang miring untuk akses untuk difabel. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah taman di Kudus. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler