Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Pemerintah Desa (Pemdes) Piji, Kudus berencana mengembangakan wisata alam di wilayahnya. Yakni mengintegrasikan wisata Air Terjun Pengantin dengan Gua Bicak.

Lokasi Gua Bicak berada tak jauh dari Air Terjun Pengantin, kurang lebih 500 meter dari air terjun.

Bagi wisatawan yang hendak menyambangi Gua Bicak, harus melewati bukit di sisi selatan air terjun. Dari situ, wisatawan berjalan menyusuri aliran irigasi.

Lebar jalan hanya sekitar 50 sentimeter. Jalan irigasi itu harus ditempuh dengan jarak 500 meter sebelum sampai di Gua Bicak. Gua Bicak itu berada di puncak bukit dengan ketinggian sekitar 10 meter.

Kepala Desa Piji, Nurul Mustain menyatakan, konon, dari Gua Bicak tersebut bisa tembus menuju ke Kabupaten Jepara. Gua Bicak dulunya lebih lebar dan lebih tinggi. Tetapi saat ini sudah terjadi pengikisan.

"Dulunya gua tidak tertutup dan lebih lebar. Tetapi kalau sekarang sudah terkena pengikisan. Sehingga gua-nya jadi sempit," katanya, Sabtu (6/11/2021).

Baca: Air Terjun Pengantin, Lokasi Piknik Gratis di Kudus yang Masih Alami

Pihaknya akan melakukan kajian untuk mengembangan tempat itu jadi destinasi wisata. terlebih, di lokasi tersebut sebagian lahannya masih dimiliki warga.

"Saya akan berkoordinasi dengan warga terlebih dahulu. Karena itu masih hak milik warga," ujarnya.Baca: Fakta-Fakta Gua Wareh Pati yang Jarang Disadari WisatawanDitanya soal anggaran pengembangan wisata tersebut, pihaknya mengestimasi membutuhkan dana Rp 1 miliar. Sumber dananya berasal dari Dana Desa.Dia melanjutkan, pengembangan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Sebab, pendanaan dana desa masih diprioritaskan untuk penanganan Covid-19."Belum bisa sekarang, karena ada Covid-19. Tetapi nantinya tetap ada arah alokasi Dana Desa ke pengembangan gua di sana," ungkapnya.  Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler