Banyak Monumen di Kudus Tak Dilengkapi Deskripsi Sejarah
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 11 November 2021 13:19:33
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Sejumlah monumen di Kabupaten Kudus dibangun tanpa dilengkapi dengan deskripsi. Alhasil, banyak generasi muda yang tak mengetahui tentang sejarah di balik dibangunnya monumen itu.
Hal ini juga mendapat sorotan dari sejarawan Kudus, Sancaka Dwi Supani. Ia menyebut, deskripsi pada sebuah monumen cukup penting. Karena bisa memberi informasi kepada khalayak terkait cerita sejarah di balik monumen itu.
Ia mencontohkan beberapa momumen sejarah yang tak dilengkapi deskripsi. Di antaranya, Monumen Patung Jenderal Ahmad Yani, Monumen Tugu Juang 45, Monumen Perjuangan Besito, dan Monumen Macan Putih di Glagah Kulon.
"Misalnya di Monumen Jenderal Ahmad Yani itu harus ada deskripsi ceritanya seperti apa. Kemudian Monumen Tugu Juang 45 juga belum ada keterangan deskripsinya," katanya, Kamis (11/11/2021).
Baca: Cerita Dua Monumen di Blora Jadi Saksi Gugurnya Polisi dalam Insiden PKI
Kepada MURIANEWS, dia menjelaskan sedikit cerita tentang patung Ahmad Yani yang dibangun untuk mengingatkan bahwa TNI harus netral tidak berpolitik. Namun di monumen itu hanya tertera deskripsi lima butir sumpah prajurit.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Warga melintasi Patung Jenderal Ahmad Yani, yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Sejumlah monumen di Kabupaten Kudus dibangun tanpa dilengkapi dengan deskripsi. Alhasil, banyak generasi muda yang tak mengetahui tentang sejarah di balik dibangunnya monumen itu.
Hal ini juga mendapat sorotan dari sejarawan Kudus, Sancaka Dwi Supani. Ia menyebut, deskripsi pada sebuah monumen cukup penting. Karena bisa memberi informasi kepada khalayak terkait cerita sejarah di balik monumen itu.
Ia mencontohkan beberapa momumen sejarah yang tak dilengkapi deskripsi. Di antaranya, Monumen Patung Jenderal Ahmad Yani, Monumen Tugu Juang 45, Monumen Perjuangan Besito, dan Monumen Macan Putih di Glagah Kulon.
"Misalnya di Monumen Jenderal Ahmad Yani itu harus ada deskripsi ceritanya seperti apa. Kemudian Monumen Tugu Juang 45 juga belum ada keterangan deskripsinya," katanya, Kamis (11/11/2021).
Baca: