Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Komunitas Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Kudus akan menggelar festival kebudayaan, bertajuk “Festival Pager Mangkuk”.
Festival itu rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 25 sampai 28 November 2021. Lokasinya di Dukuh Piji Wetan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Ketua panitia, Muhammad Farid mengatakan Festival Pager Mangkuk bertujuan untuk melestarikan warisan budaya. Tujuannya agar nilai dan kearifannya semakin dikenal oleh publik.
“Kawasan Muria termasuk wilayah yang memiliki banyak hidden heritage. Kami mewadahinya lewat Festival Pager Mangkuk untuk mengenalkan kearifan lokal Muria kepada masyarakat luas,” kata Farid, Selasa (16/11/2021).
Festival Pager Mangkuk nantinya juga mengusung semangat kolaborasi yang multidimensi. Tujuannya untuk bekerja sama mewujudkan kemandirian desa dan ketahanan pangan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Proses pembuatan video karya Kampung Budaya Piji Wetan beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Komunitas Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Kudus akan menggelar festival kebudayaan, bertajuk “Festival Pager Mangkuk”.
Festival itu rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 25 sampai 28 November 2021. Lokasinya di Dukuh Piji Wetan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Ketua panitia, Muhammad Farid mengatakan Festival Pager Mangkuk bertujuan untuk melestarikan warisan budaya. Tujuannya agar nilai dan kearifannya semakin dikenal oleh publik.
“Kawasan Muria termasuk wilayah yang memiliki banyak hidden heritage. Kami mewadahinya lewat Festival Pager Mangkuk untuk mengenalkan kearifan lokal Muria kepada masyarakat luas,” kata Farid, Selasa (16/11/2021).
Festival Pager Mangkuk nantinya juga mengusung semangat kolaborasi yang multidimensi. Tujuannya untuk bekerja sama mewujudkan kemandirian desa dan ketahanan pangan.
“Acara ini terbuka untuk semua orang, jadi siapa saja yang ingin terlibat dalam upaya pemajuan kebudayaan desa dapat bergabung di Festival Pager Mangkuk ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Farid menjelaskan serangkaian di kegiatan festival ini. Meliputi kirab dan doa ritual Pagar Mangkuk di Punden Depok, Pameran Produk budaya desa yang melibatkan desa se-Kecamatan Dawe, workshop Pemajuan Kebudayaan Desa, dan launching Buku “Akulturasi Agama-Budaya di Tanah Muria”.
Tak hanya itu, nantinya juga ada acara lain seperti pameran seni rupa lukisan karya dari para seniman Muria, Kaligrafi klasik dan kontemporer yang bertema Muria, serta teknologi dan permainan tradisional yang eksis di masanya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha