Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Data vaksinasi lansia antara Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) berbeda.
Kepala DKK Kudus, Badai Ismoyo membenarkan adanya perbedaan data itu. Menurutnya, perbedaan data itu lantaran terjadi delay (atau keterlambatan sistem) dalam input data. Namun, itu tak jadi masalah.
Dalam data yang dimiliki DKK Kudus, dari total sebanyak 71.098 lansia, baru 29.929 lansia yang sudah divaksin dosis pertama. Sedangkan 16.152 lansia sudah melengkapi dosis vaksinasinya (vaksinasi dosis kedua).
Sementara, data dari KPCPEN sedikit lebih rendah dari data DKK Kudus. Yakni, baru 29.838 lansia yang sudah divaksin dosis pertama dari total 71.098 lansia. Sementara, yang sudah vaksinasi dosis kedua ada 19.107 lansia.
“Perbedaan data itu karena ada delay input dari pihak KPCPEN-nya. Mereka masih proses penginputan. Kalau kami dari DKK kan langsung ke lapangan jadi bisa langsung hitung,” katanya pada MURIANEWS, Jumat (19/11/2021).
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Lansia di Kudus 42 Persen
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Vaksinasi yang diikuti sejumlah kaum lansia di Kudus beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Data