Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Data vaksinasi lansia antara Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) berbeda.

Kepala DKK Kudus, Badai Ismoyo membenarkan adanya perbedaan data itu. Menurutnya, perbedaan data itu lantaran terjadi delay (atau keterlambatan sistem) dalam input data. Namun, itu tak jadi masalah.

Dalam data yang dimiliki DKK Kudus, dari total sebanyak 71.098 lansia, baru 29.929 lansia yang sudah divaksin dosis pertama. Sedangkan 16.152 lansia sudah melengkapi dosis vaksinasinya (vaksinasi dosis kedua).

Sementara, data dari KPCPEN sedikit lebih rendah dari data DKK Kudus. Yakni, baru 29.838 lansia yang sudah divaksin dosis pertama dari total 71.098 lansia. Sementara, yang sudah vaksinasi dosis kedua ada 19.107 lansia.

“Perbedaan data itu karena ada delay input dari pihak KPCPEN-nya. Mereka masih proses penginputan. Kalau kami dari DKK kan langsung ke lapangan jadi bisa langsung hitung,” katanya pada MURIANEWS, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Lansia di Kudus 42 Persen

Menurutnya, delay tersebut tidak masalah. Pihaknya memaklumi karena KPCPEN mengurus data untuk diinput se-Indonesia.“Karena memang butuh proses. Tetapi tidak masalah. Karena mereka menginput se-Indonesia. Yang penting kami kan juga punya datanya," terangnya.Badai melanjutkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan beberapa pihak guna melakukan edukasi. Tujuannya agar semakin banyak lansia yang mau divaksin.“Kami koordinasi terus dengan beberapa pihak. Mulai dari RT, Pemdes, Puskesmas, Koramil, dan lainnya,” imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler