Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Temuan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kudus hingga September tercatat ada 88 kasus. Dari jumlah itu, laki-laki yang paling mendominasi.

Dari data yang dihimpun MURIANEWS, dari 88 kasus HIV/AIDS itu, 59 di antaranya merupakan laki-laki dan 29 sisanya adalah perempuan.

"Per September ini ada 88 kasus. Kalau untuk Oktober tahun ini belum masuk data laporannya," kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto, Rabu (1/12/2021).

Menurutnya, ada beberapa gejala yang dialami oleh pengidap HIV/AIDS. Seperti diare yang tidak kunjung sembuh, sariawan berkepanjangan, dan terjadi penurunan berat badan yang ekstrem.

"Mayoritas itu sering terlambat untuk check-up ke puskesmas atau rumah sakit. Ketika sudah lima tahun atau sepuluh tahun baru diketahui kalau dirinya mengidap HIV/AIDS," ujarnya.

Baca: Dua Bayi di Kudus Terinveksi HIV-AIDS, Satu Meninggal Dunia

Nuryanto melanjutkan, kebanyakan dari pengidap HIV/AIDS enggan periksa karena takut dengan stigma. Alhasil, penyakit mereka baru terdeteksi jika kondisinya telah cukup parah.
Nuryanto melanjutkan, kebanyakan dari pengidap HIV/AIDS enggan periksa karena takut dengan stigma. Alhasil, penyakit mereka baru terdeteksi jika kondisinya telah cukup parah."Tiap-tiap individu merasa tidak kena HIV/AIDS. Sehingga tidak mau memeriksakan diri ke puskesmas maupun rumah sakit," ungkapnya.Diketahui, temuan kasus HIV/AIDS tahun ini menurun jika dibandingkan tahun lalu. Pada 2019 lalu terjadi 154 kasus HIV/AIDS.Baca: Open BO dan Selingkuh di Pabrik Jepara Ditengarai jadi Biang HIV/AIDSSedangkan pada 2020 lalu ada temuan 123 orang pengidap HIV/AIDS. Sementara di tahun ini hingga September 2021 ada temuan 88 kasus HIV/AIDS."Imbauan kami masyarakat jangan malu untuk skrining HIV/AIDS di puskesmas maupun rumah sakit," imbuhnya.Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler