Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pandemi Covid19 memberi dampak yang besar di segala bidang. Salah satunya di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) di Kabupaten Kudus.

Hantaman pandemi Covid19 itu juga dirasakan disabilitas asal Kudus, Ahmad Saad. Di mana, dia merupakan perajin tas di Kabupaten Kudus.

Di awal pandemi Covid19, Saad sempat tak mendapatkan penghasilan sama sekali. Kondisi itu dideritanya selama empat bulan awal pandemi itu.

“Mulai Maret 2020 sampai Juni 2020 itu benar-benar tidak ada pendapatan sama sekali," katanya, saat ditemui MURIANEWS di kediamannya yang berlokasi di RT 02, RW 01, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jumat (3/12/2021).

Meski tak ada pemasukan selama empat bulan, Saad mengaku masih dapat memenuhi kebutuhan makan sehari-hari keluarganya. Hanya saja, Saad dipusingkan untuk menggaji penjahit.

“Saya pusingnya menggaji penjahit. Akhirnya saya minta karyawan untuk bekerja dua kali dalam sepekan dari yang biasanya enam kali dalam sepekan,” ungkapnya.

Baca juga: Penyandang Disabilitas di Grobogan Ternyata Hasilkan Karya Menawan

Saad pun harus memutar otaknya untuk bisa menggaji para karyawannya. Ia pun mencoba berinovasi dengan membuat beberapa variasi tas yang dibuatnya. Mulai dari tas pancing, tas hand back, dan tas gunung.

“Saya tetap produksi dalam jumlah kecil. Sehari paling 12 pcs sampai 24 pcs. Alhamdulillah, saat Kudus PPKM level tiga permintaan tas saya mulai naik,” ungkapnya.

Dengan kesabarannya itu, kini penjualan tas bikinannya sudah mulai normal. Produksinya pun kembali membaik, dari 12 pcs hingga 24 pcs meningkat menjadi 30 pcs. Belakangan bahkan, ia sempat mendapat order sebanyak 120 psc untuk dua hari.

Saad juga menceritakan perjuangannya awal mula memulai usahanya. Awalnya ia menawarkan tas bikinannya yang diberi nama Azzam Sport itu secara door to door. Itu ia lakukan pada 2015 lalu.

Jenis tas yang dibuatnya pun beragam. Mulai dari tas pancing, tas pinggang, dan tas sekolah. Variasi itu pun bertambah denga membuat tas gunung.

Tas buatannya itu dijual mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 130 ribu untuk tas gunung. Lalu Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu untuk tas sekolah, dan Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu untuk tas suvenir maupun tas bagi petugas SPBU.Sedangkan untuk tas hand back seharga Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Sementara tas selamatan per satu pcs nya seharga Rp 3 hingga 5 ribu.“Tapi kalau tas selamatan diberi sablon harganya nambah lagi,” ujarnya.Berjalannya waktu, Saad tak lagi menjual tas-tas bikinannya itu secara door-to-door. Ia menyetor tas buatannya itu di Pasar Brayung, Kudus. Dalam sehari dia mampu mengantongi penghasilan Rp 300 ribu. Dalam sehari dia mampu menjual 24 pcs tas untuk semua tipe.“Kalau dalam sebulan penghasilan kotor saya Rp 1,5 juta. Alhamdulillah bisa untuk menghidupi keluarga,” imbuhnya.Saad sendiri sebenarnya terlahir dengan kondisi yang normal. Kaki lumpuh yang dideritanya itu sejak empat tahun.Saat itu, ia jatuh dari sepeda. Saad diperiksa dan disuntik, suhu badannya malah panas. Sejak itu, kakinya tidak dapat digerakkan.Ia sempat merasa malu karena kondisinya itu. Namun, Saad akhirnya bangkit.Pada 2015, Saad kemudian bergabung Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK). Dari situlah itu mulai terbantu. Produksi tasnya mulai dikenal.“Semakin banyak kenalan akhirnya banyak yang pesan,” terangnya Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler