Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jika ada yang belum tahu kegunaan boneka ini untuk kegiatan PMI, ini dia jawabannya.

Boneka manekin itu nantinya digunakan untuk pelatihan kepada masyarakat. Terutama dalam hal penanganan awal kegawatdaruratan medis.

Sekretaris PMI Kudus, Imam Santosa mengatakan, menyebut kebutuhan bonek manekin ini  begitu penting. Sebab, dapat meningkatkan kompetensi.

"Supaya masyarakat bisa lebih memahami pertolongan medis. Misalnya ketika terjadi kecelakaan dan belum ada petugas, masyarakat bisa membantu melakukan pertolongan pertama terlebih dahulu kepada korban," katanya, Kamis (16/12/2021).

Imam menyampaikan, saat ini pihaknya hanya memiliki tiga boneka manekin saja. Oleh sebab itu dibutuhkan tambahan lagi.

Baca: Target Bulan Dana PMI Kudus Belum Tercapai

Total anggaran yang dibutuhkan untuk membeli boneka manekin itu sekitar Rp 300 juta."Satu boneka itu harganya Rp 10 juta. Kalau total 30 boneka ya Rp 300 juta. Harapannya bisa segera memiliki boneka Manekin untuk menyosialisasikan kepada masyarakat," harapnya.Ia menyebut, pembelian itu rencananya akan menggunakan dana bantuan dari Pemkab Kudus."Tapi kalau misalnya tahun depan masih tidak ada anggaran, kami akan menggunakan dari Bulan Dana. Karena ini kan juga untuk kepentingan masyarakat," pungkasnya Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler