MURIANEWS, Kudus - Dua mahasiswi di Kudus memiliki brand lokal sendiri. Usaha
pouch yang digeluti keduanya berawal dari modal patungan.
Kedua mahasiswi itu bernama Alfiya Ilfa, mahasiswi semester tiga jurusan perawat di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dan Octavia Dewi Santoso mahasiswi semester lima jurusan manajemen di Universitas Muria Kudus (UMK).
Keduanya membuka usaha pouch yang diberi brand bernama FV.POUCH. Brand itu dilaunching pada 9 Februari 2020. Saat itu keduanya iuran untuk modal masing-masing Rp 50 ribu.
Nama FV.POUCH itu diambil dari kependekan nama keduanya. Yakni Fiya dan Via. Sehingga ketika digabungkan menjadi FV.
"Awalnya itu saya (Alfiya) main ke rumahnya Octavia. Saat itu saya melihat ada suvenir pouch. Terus kami tertarik untuk bikin sendiri iseng-iseng. Ternyata gampang," katanya, Selasa (21/12/2021).
Saat ini keduanya menggunakan salah satu ruangan di rumah Octavia untuk produksi. Ukuran ruangannnya 3x3 meter persegi. Lokasinya di RT 03, RW 05, Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus.
"Kami mencoba mengurusi semuanya sendiri. Mulai dari mencari kain oscar, resleting, ring, dan juga penjahit. Karena untuk saat ini kami memang belum bisa menjahit," terang Octavia.
Baca: Jarang Diketahui, Busana Khas Kudus Ini Padukan Budaya Empat NegeriPelanggannya berasal dari Kudus, Jepara, Semarang, Bangka Belitung, dan Kalimantan. Dalam sebulan keduanya mampu meraup omzet Rp 3 sampai Rp 4 juta sebulan.
"Penjualannya kami online dan offline. Onlinenya lewat Shopee. Offlinenya bisa ke sini," kata Octavia.Ditanya soal membagi waktu, keduanya mengaku kesulitan. Namun, baik Alfiya maupun Octavia tetap berupaya untuk membagi waktu kuliah dengan bekerja."Lumayan sulit sih. Tetapi sudah bisa membagi waktu. Pagi sampai sore kuliah, malamnya motong-motong kain," terangnya.Beberapa produk pouch dibuatnya. Mulai dari Boy Pouch dan Ring Pouch seharga Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu, Kins Wallet seharga Rp 29 ribu sampai Rp 33 ribu, tas laptop sehat Rp 74 ribu, dan olay bag shoulder seharga Rp 79 ribu.
Baca: Asyik, Kudus Segera Miliki Perkebunan Durian MusangkingDitanya soal kelebihan produk miliknya, keduanya kompak menjawab tahan air. Ke depannya keduanya bakal merambah ke suvenir lainnya. Seperti
sling bag dan
tote bag."Kalau mau beli bisa langsung ke sini. Kami buka pukul 10.00 sampai 17.00. Bisa juga COD (Cash on Delivery) di depan SMA 1 Kudus, GOR, Alun-Alun dan di area Yamaha Musik," terang Alfiya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha
[caption id="attachment_259847" align="alignleft" width="1280"]

Alfiya Ilfa dan Octavia Dewi Santoso menunjukkan produk buatannya yang memiliki brand FV.POUCH. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Dua mahasiswi di Kudus memiliki brand lokal sendiri. Usaha
pouch yang digeluti keduanya berawal dari modal patungan.
Kedua mahasiswi itu bernama Alfiya Ilfa, mahasiswi semester tiga jurusan perawat di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dan Octavia Dewi Santoso mahasiswi semester lima jurusan manajemen di Universitas Muria Kudus (UMK).
Keduanya membuka usaha pouch yang diberi brand bernama FV.POUCH. Brand itu dilaunching pada 9 Februari 2020. Saat itu keduanya iuran untuk modal masing-masing Rp 50 ribu.
Nama FV.POUCH itu diambil dari kependekan nama keduanya. Yakni Fiya dan Via. Sehingga ketika digabungkan menjadi FV.
"Awalnya itu saya (Alfiya) main ke rumahnya Octavia. Saat itu saya melihat ada suvenir pouch. Terus kami tertarik untuk bikin sendiri iseng-iseng. Ternyata gampang," katanya, Selasa (21/12/2021).
Saat ini keduanya menggunakan salah satu ruangan di rumah Octavia untuk produksi. Ukuran ruangannnya 3x3 meter persegi. Lokasinya di RT 03, RW 05, Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus.
"Kami mencoba mengurusi semuanya sendiri. Mulai dari mencari kain oscar, resleting, ring, dan juga penjahit. Karena untuk saat ini kami memang belum bisa menjahit," terang Octavia.
Baca: Jarang Diketahui, Busana Khas Kudus Ini Padukan Budaya Empat Negeri
Pelanggannya berasal dari Kudus, Jepara, Semarang, Bangka Belitung, dan Kalimantan. Dalam sebulan keduanya mampu meraup omzet Rp 3 sampai Rp 4 juta sebulan.
"Penjualannya kami online dan offline. Onlinenya lewat Shopee. Offlinenya bisa ke sini," kata Octavia.
Ditanya soal membagi waktu, keduanya mengaku kesulitan. Namun, baik Alfiya maupun Octavia tetap berupaya untuk membagi waktu kuliah dengan bekerja.
"Lumayan sulit sih. Tetapi sudah bisa membagi waktu. Pagi sampai sore kuliah, malamnya motong-motong kain," terangnya.
Beberapa produk pouch dibuatnya. Mulai dari Boy Pouch dan Ring Pouch seharga Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu, Kins Wallet seharga Rp 29 ribu sampai Rp 33 ribu, tas laptop sehat Rp 74 ribu, dan olay bag shoulder seharga Rp 79 ribu.
Baca: Asyik, Kudus Segera Miliki Perkebunan Durian Musangking
Ditanya soal kelebihan produk miliknya, keduanya kompak menjawab tahan air. Ke depannya keduanya bakal merambah ke suvenir lainnya. Seperti
sling bag dan
tote bag.
"Kalau mau beli bisa langsung ke sini. Kami buka pukul 10.00 sampai 17.00. Bisa juga COD (Cash on Delivery) di depan SMA 1 Kudus, GOR, Alun-Alun dan di area Yamaha Musik," terang Alfiya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha