Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kudus, Mawar Hartopo mengajak perempuan korban kekerasan di Kudus untuk melapor tanpa harus takut dianggap aib. Menurutnya, dengan adanya laporan akan ada penanganan dan pendampingan secara intensif.

Mawar berpendapat, tujuan melapor agar kejadian kekerasan serupa tidak dialami oleh perempuan yang lain.

Mawar menyampaikan kekerasan terhadap perempuan di Kudus diakuinya masih belum banyak korban yang berani melapor.

Pada umumnya mereka malu dan tidak ingin hal tersebut diketahui oleh orang sekitar. Pasalnya, takut dianggap aib.

Padahal, jika hal tersebut didiamkan, akan menjadi biasa. Efeknya, perempuan akan terus menerus menjadi objek kekerasan tanpa ada perlindungan.

"Karena perempuan patut dicintai dan disayangi. Bukan untuk disia-siakan," kata Mawar Hartopo usai apel Peringatan Hari Ibu (PHI) di Halaman Pendapa Kabupaten, Rabu (22/12/2021).

Pada peringatan hari ibu tersebut pihaknya konsentrasi terhadap isu kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca: Jalan Menuju Alun-Alun Kudus Ditutup saat Malam Tahun Baru

Untuk itu, menurutnya perempuan atau anak yang menjadi korban kekerasan baik secara fisik maupun nonfisik bisa segera melapor. Bisa ke kepolisian atau meminta perlindungan melalui wadah organisasi perempuan.Mawar melanjutkan, di dalam PKK sendiri memiliki unit yang fokus melakukan pendampingan terhadap kekerasan yang dialami oleh perempuan. Misalnya dari Pokja 1 TP PKK yang siap untuk merangkul korban kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga."Setiap wadah organisasi perempuan di Kudus, bisa menampung laporan. Saya di sini menekankan tidak perlu merasa rendah diri. Tidak usah merasa takut terkait ancaman atau hal lainnya," ujar Mawar.Baca: Nenek di Kudus Divonis Dua Bulan Tanpa Penahanan, Kasus Apa?Mawar sendiri mengaku pernah sekali mendampingi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Meskipun secara pribadi dia takut karena tidak tega atas apa yang dialami oleh korban.Dalam kasus tersebut, menurut Mawar akhirnya berujung damai. Karena dikhawatirkan ketika harus cerai yang menjadi korban malah sang anak. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler