Di Kudus, Nasi Aking Godong Jati Kini Naik Kelas
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 23 Desember 2021 16:16:58
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Nasi aking yang dulu dikenal sebagai makanannya orang-orang miskin, kini naik kelas. Di Kabupaten Kudus, olahan nasi aking bahkan dijajakan dengan penyajian yang menarik selera dengan bungkus godong atau daun jati.
Peminatnya pun datang dari berbagai kalangan. Dari kelas menengah hingga kalangan atas.
Salah satu yang menjual nasi aking ini adalah Amida Ulfa Fauziah yang berjualan di depan kantor Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK). Lokasi tepatnya di Jalan Veteran, Desa Glantengan Kecamatan Kota, Kudus.
Nasi aking buatan Amida ini dibungkus daun jati, untuk membuat rasa nasi akingnya lebih sedap. Selain itu, juga dipadu dengan urapan, ikan peda dan sambal, yang membuat kuliner ini lebih nikmat.
"Ditambah dengan bungkusan daun jati supaya khas. Karena di Kudus itu kan biasanya identik dengan daun godong jati," katanya, Kamis (23/12/2021).
[caption id="attachment_260311" align="alignleft" width="1280"]
Amida Ulfa Fauziah sedang menyiapkan nasi aking di warungnya depan PPRK Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]Meski nampak seperti nasi putih pada umumnya, rasa nasi aking itu terasa gurih. Selain itu juga rendah gula dan kalori. Alhasil, makanan ini banyak diburu bagi penderita diabetes.
"Saya berjualan nasi aking daun jati sudah dua tahun. Saya jualan nasi aking karena ibu dulu senang makan nasi aking," terangnya.
Menurut dia, penyajian menggunakan daun jati bertujuan untuk menambah cita rasa dan ciri khas. Soal keunikan lainnya berasal dari proses pemasakan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Nasi aking dengan bungkus daun jati. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Nasi aking yang dulu dikenal sebagai makanannya orang-orang miskin, kini naik kelas. Di Kabupaten Kudus, olahan nasi aking bahkan dijajakan dengan penyajian yang menarik selera dengan bungkus godong atau daun jati.
Peminatnya pun datang dari berbagai kalangan. Dari kelas menengah hingga kalangan atas.
Salah satu yang menjual nasi aking ini adalah Amida Ulfa Fauziah yang berjualan di depan kantor Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK). Lokasi tepatnya di Jalan Veteran, Desa Glantengan Kecamatan Kota, Kudus.
Nasi aking buatan Amida ini dibungkus daun jati, untuk membuat rasa nasi akingnya lebih sedap. Selain itu, juga dipadu dengan urapan, ikan peda dan sambal, yang membuat kuliner ini lebih nikmat.
"Ditambah dengan bungkusan daun jati supaya khas. Karena di Kudus itu kan biasanya identik dengan daun godong jati," katanya, Kamis (23/12/2021).
[caption id="attachment_260311" align="alignleft" width="1280"]