Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus pada 2022 ditarget sebesar Rp 3,6 miliar. Target ini mengalami kenaikan dari 2021 yang  sebesar Rp 2,9 miliar.

Jika dihitung, kenaikan retribusi parkir Dishub Kudus sebesar Rp 700 juta. Padahal, di tahun ini target retribusi parkir sebesar hingga Senin (27/12/2021) lalu baru 90 persen.

Artinya, tahun ini target retribusi parkir sebesar Rp 2,9 miliar tidak tercapai. Hal ini mengingat akhir tahun ini hanya menyisakan sehari saja.

Kepala Dinas Perhubungan Kudus Catur Sulistiyanto menyebut hingga kini target PAD Dishub belum terealisasi 100 persen. Baru mencapai sekitar 90 persen dari total target Rp 2,9 miliar.

Meski secara umum realisasi PAD tahun ini belum 100 persen, menurutnya ada plot yang targetnya melebihi 100 persen. Yakni pemasukan dari parkir tepi jalan umum.

"Dari target sebesar Rp 510,25 juta, hingga kini sudah terealisasi sekitar 110 persen," katanya, Kamis (30/12/2021).

Sementara untuk parkir khusus hingga kini realisasinya memang lebih rendah. Dari enam titik parkir khusus yang ada, tercatat parkir kompleks Ramayana Mal Kudus berhasil melampaui target sebesar Rp 101,92 juta. Dan parkir Balai Jagong khusus mobil terealisasi Rp 13,5 juta dari target Rp 6 juta."Memang masih ada beberapa titik parkir khusus yang pencapaiannya belum 100 persen. Karena selama PPKM memang sepi menyusul adanya penyekatan akses jalan di berbagai daerah. Selain itu sektor ekonomi juga ikut terdampak sehingga pemasukan dari retribusi parkir juga rendah," terangnya.Pihaknya memiliki ide untuk mendongkrak penerimaan dari sektor parkir menyusul penambahan target PAD tahun depan. Pihaknya telah melakukan uji potensi parkir."Hasilnya tercatat ada 30-an titik lokasi dirasa mampu untuk meningkatkan penerimaan baru," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler