Sumur Warga Terban Mengering, Diduga Ini Sebabnya
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 11 Januari 2022 17:37:28
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Kepala Desa Terban, Supeno mengungkapkan jika sumur milik warganya mengering. Ia menduga, kejadian itu disebabkan banyaknya industri yang berdiri di wilayah timur Kabupaten Kudus.
Supeno mengatakan, industri atau pabrik-pabrik itu mengekploitasi air bawah tanah secara besar-besaran. Akibatnya, sumur warga mrngering dan menyebabkan kesulitan air bersih.
“Banyaknya sumur yang dulunya bisa untuk menghidupi kebutuhan warga, saat ini, kondisinya kering semua karena adanya sumur dalam dari pabrik-pabrik di sekitar tempat tinggal warga,” katanya, Selasa (11/1/2022).
Ia menyebut, keringnya sumur warga sudah terjadi sejak tiga tahun belakangan ini. Bahkan, sumur di depan rumahnya saat ini juga ikut mengering.
Baca juga: Jepara Hanya Siapkan Dana Rp 35 Juta untuk Atasi Kekeringan
“Hampir tiga tahun belakangan ini sumur saya dan warga sini tidak bisa digunakan. Dulu sumur depan rumah saya bisa digunakan untuk lima rumah. Sekarang tidak ada airnya,” terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi Kekeringan: Salah seorang warga tengah mengisi ember dengan air bersih dari truk tangki PDAM, Senin (22/7/2019). (MURIANEWS.com/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Kepala Desa Terban, Supeno mengungkapkan jika sumur milik warganya mengering. Ia menduga, kejadian itu disebabkan banyaknya industri yang berdiri di wilayah timur Kabupaten Kudus.
Supeno mengatakan, industri atau pabrik-pabrik itu mengekploitasi air bawah tanah secara besar-besaran. Akibatnya, sumur warga mrngering dan menyebabkan kesulitan air bersih.
“Banyaknya sumur yang dulunya bisa untuk menghidupi kebutuhan warga, saat ini, kondisinya kering semua karena adanya sumur dalam dari pabrik-pabrik di sekitar tempat tinggal warga,” katanya, Selasa (11/1/2022).
Ia menyebut, keringnya sumur warga sudah terjadi sejak tiga tahun belakangan ini. Bahkan, sumur di depan rumahnya saat ini juga ikut mengering.
Baca juga: