Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Pasar Kliwon Kudus sudah berdiri sejak 1960an. Sejak awal berdiri, Pasar Kliwon Kudus selalu menjadi tempat berbelanja dari generasi ke generasi.

Sejarawan Kudus, Sancaka Dwi Supani mengatakan Pasar Kliwon Kudus sudah ada sejak ia masih berusia lima tahun. Saat itu Pasar Kliwon merupakan pasar tradisional terbesar.

“Tahun 1960 hingga 1980 an itu Pasar Kliwon menjadi primadona karena saat itu merupakan pasar terbesar se-Karesidenan Pati,” katanya, Jumat (14/1/2022).

Menurutnya, saat itu, Pasar Kliwon Kudus menjual segala kebutuhan yang diperlukan masyarakat. Mulai dari hewan ternak, pakaian, ikan, lauk pauk, sayuran, bunga untuk ziarah, dan kebutuhan lainnya.

Baca juga: Berkas-Berkas Nasabah Ludes saat BRI Pasar Kliwon Kudus Kebakaran, BPKB dan Sertifikat Aman

Beragam kuliner juga sudah dijajakan saat itu. Seperti dawet, nasi kerbau, sate kerbau, nasi pindang, soto kerbau dan lainnya.

“Kadang orang tua kalau anaknya ada yang sakit atau juara kelas pasti nazar akan mengajak anaknya jalan-jalan ke Pasar Kliwon Kudus,” terangnya.

Setiap akhir pekan, Pasar Kliwon Kudus juga disambangi warga untuk sekadar berbelanja atau membawa anaknya jalan-jalan. Bahkan mereka yang datang berkunjung tidak hanya warga Kudus.“Ada yang dari Pati dan Rembang juga. Dari luar Kudus ada juga yang datang ke Pasar Kliwon," terangnya.Supani mengatakan Pasar Kliwon Kudus juga dilalui jalur kereta api. Rel kereta api itu terletak di Jalan Hos Cokroaminoto Kudus hingga di sekitar Pentol. Jalur Kereta api itu merupakan rute Semarang-Pati.“Berhentinya di Pentol itu. Dulu di situ halte (peron) kereta. Kemudian mereka yang mau ke Pasar Kliwon untuk berbelanja ada yang jalan kaki ada juga yang naik dokar,” katanya.“Karena saat itu belum ada becak. Turunnya ya di Pentol itu terus ke Pasar Kliwon bisa memilih jalan kaki atau naik dokar,” imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler