Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Sejak berdiri pada 1960an, Pasar Kliwon Kudus pernah beberapa kali kebakaran. Terakhir terjadi pada Kamis (13/1/2022) di Blok D1 Pasar Kliwon Kudus.

Kebakaran itu menimpa kantor BRI unit Pasar Kliwon Kudus. Peristiwa itu menyebabkan kerugian sekitar Rp 50 juta. Sekitar setahun sebelum juga pernah terbakar di Blok A Pasar Kliwon Kudus.

Peristiwa yang terjadi pada 16 Februari 2021 pukul 16.00 WIB itu sempat membuat kepanikan para pedagang disana. Itu mengingat 10 tahun sebelumnya, yakni September 2011 Pasar Kliwon Kudus juga kebakaran.

Tiga peristiwa kebakaran terakhir itu diduga disebabkan adanya konsleting listrik atau hubungan arus pendek. Namun ternyata, ada kebakaran yang lebih besar terjadi.

Baca juga: Pasar Kliwon Kudus Jadi Primadona Sejak 1960-an

Diungkapkan Sejarawan Kudus, Sancaka Dwi Supani kebakaran hebat itu terjadi sekitar tahun 1979. Akibat kebakaran itu, bangunan pasar sampai dibongkar total dan dibangun kembali.

Namun, Supani tak mengetahui penyebab kebakaran itu secara pasti. Sebab, saat itu, Supani masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

“Di sekitar tahun 1979 hingga 1980 itu memang merupakan kebakaran terbesar yang menimpa Pasar Kliwon. Semua bagian pasar terbakar dan tidak ada yang tersisa. Yang saya lihat pedagang saat itu menangis karena tidak dapat mengamankan dagangannya,” katanya, Jumat (14/1/2022).Supani menceritakan, Pasar Kliwon Kudus akhirnya dibangun kembali pada 1981. Proses pembangunannya memakan waktu setahun lebih.“Full dibangun total Pasar Kliwonnya. Saat itu bupati Kudus bernama Wimpie Hardono. Beliau mengungsikan pedagang Pasar Kliwon ke pasar penampungan sementara yang lokasinya sekarang ini jadi Lapangan Rendeng,” terangnya.Supani menambahkan, sejauh ini menurutnya Pasar Kliwon sudah direnovasi sebanyak tiga kali. Namun, dia lupa tahun pelaksanaan renovasi tersebut.“Hingga saat ini sudah tiga kali Pasar Kliwon direnovasi. Menurut saya Pasar Kliwon yang sekarang lebih rapi. Karena sudah tidak seperti dulu yang penataannya campur aduk. Misalnya pedagang ikan letaknya dengan pedagang sepeda,” ungkapnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler