Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Air baku Bendungan Logung Kudus masih belum bisa dimanfaatkan dalam waktu dekat ini. Sebabnya, pembangunan water treatment plant atau instalasi pengolahan air (IPA) tahap kedua tertunda.

Pembangunan IPA tahap kedua direncanakan pada 2023. Itu diungkapkan Direktur Teknik (Dirtek) Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Muria, Yan Laksmana.

Ia mengatakan awalnya pembangunan tahap kedua direncanakan di 2022 ini. Sebelumnya, di tahap pertama pembangunan yakni pembuatan tempat penampunh air atau glass tank sudah dilakukan.

Akan tetapi, Yan menyampaikan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah menunda pembangunan tahap kedua lantaran dimungkinkan terjadi refokusing anggaran.

Baca juga: Wisata Perahu Logung Kudus Bakal Segera Dibuka

Pada tahap kedua sendiri, rencana pengerjaan IPA dilakukan, namun terpaksa harus ditunda.

"Itu anggarannya dari pusat. Pada perencanaan awal bisa digunakan pada 2024. Namun karena ada penundaan pekerjaan, jadi baru bisa digunakan 2025 nanti," terangnya.

Dia menambahkan, secara keselurahan pembangunan dan pemanfaatan air baku itu dianggarkan sebesar Rp 180 miliar. Daya tampung air pada glass tank itu sebanyak 5 ribu meter kubik.Jika pengolahan air baku itu tercapai, dipastikan bisa menyalurkan sebanyak 16 ribu saluran rumah (SR) di empat kecamatan. Yakni, di Kecamatan Bae, Kota, Jekulo, dan Mejobo."Limpahan air dari Logung kecepatannya sebesar 200 liter per detik bisa mengaliri ke empat kecamatan," katanya.Lebih lanjut, pengolahan IPA itu perlu didukung dua tangki penampungan air di Desa Hongosoco dan Desa Terban. Kedua tangki itu nantinya sebagai penampung untuk dialirkan ke empat kecamatan tersebut (Kota, Bae, Jekulo, Mejobo).Terkait aliran ke Kecamaten Dawe, pengolahan air baku di Logung itu dipastikan belum bisa. Lantaran harus menggunakan alat pendukung berupa booster untuk memompa air. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler