Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Para pedagang daging ayam di pasar tradisional Kudus mengeluhkan tingginya harga daging ayam saat ini. Harga daging ayam tak kunjung turun sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Di Pasar Bitingan Kudus, harganya masih di angka Rp 40 ribu per kilogramnya. Menurut Rina, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Bitingan, untuk harga normal dari daging ayam adalah Rp 32 ribu per kilogram.

“Biasanya itu setelah Natal dan Tahun Baru harga daging ayam itu turun. Tetapi tahun ini kok tetap naik saya juga tidak tahu kenapa,” katanya, Sabtu (22/1/2022).

Baca juga: Harga Daging Ayam di Kudus Naik Jelang Nataru

Rina mengatakan karena tingginya harga, pembelinya saat ini hanya didominasi sesama pedagang saja untuk dijual kembali. Sedangkan yang beli untuk dikonsumsi pribadi masih jarang.

“Pembelinya juga kebanyakan bakul. Itu saja mereka paling belinya sekilo saja,” terangnya.

Dalam sehari saat ini dia hanya mampu menjual daging ayam sebanyak 150 Kilogram saja. Biasanya jika harga daging ayam normal, dia mampu menjual 200 Kilogram dalam sehari.

Itu pun masih tak habis jika hanya dijual di pasar. Ia pun harus keliling, bahkan mangkal di sekitaran pabrik agar dagangannya laku.

“Pagi sampai siang saya jualan di Pasar Bitingan. Kemudian saya lanjutkan ke Desa Megawon dekat pabrik Djarum itu baru bisa habis. Padahal kalau harga daging ayam normal, saya cukup di Pasar Bitingan sampai siang sudah terjual semua,” ungkapnya.Belum normalnya harga daging ayam membuat pembelinya menurun. Pendapatannya pun turut turun dalam seharinya.“Dari yang biasanya sehari dapat Rp 1 juta, sekarang pendapatan saya Rp 800 ribu," imbuhnya.Jika pedagangnya mengeluh, warga apalagi? Seperti yang dirasakan Sutrini, warga Desa Loram Kulon. Ia pun berharap harga daging ayam kembali normal.“Ya pastinya keberatan. Karena menyusahkan kalau harganya tinggi. Inginnya ya harganya stabil,” ucapnya, Sabtu (22/1/2022). https://www.youtube.com/watch?v=HW_n7XdSuUYReporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler