Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Hewan ternak perlu disuntik inseminasi buatan atau kawin suntik untuk membantu peningkatan populasinya. Terutama pada ternak kambing dan sapi.

Ternyata, pelaksanaan penyuntikan inseminasi buatan ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Penyuntikan inseminasi buatan ini hanya bisa dilakukan di masa birahi.

Kasi Usaha Sarana Prasarana Peternakan Dispertan Kudus, Dwi Listiani mengatakan ada ciri-ciri yang perlu dipahami untuk mengetahui hewan ternak itu masuk masa birahi atau belum.

“Ada ciri-ciri khusus ternak kambing dan sapi ketika memasuki masa birahi. Biasanya kami menyebutnya dengan istilah A3, yakni abang (merah), aboh (bengkak), dan anget (hangat),” jelasnya.

Ia menjelaskan, ciri pertama yakni kondisi alat kelamin hewan ternak akan berwarna merah (abang). Ciri kedua, yakni alat kelaminnya itu bengkak (aboh). Dan terakhir, jika dipegang alat kelaminnya terasa hangat (anget).

Baca juga: Keberhasilan Capai 70 Persen, Dispertan Kudus Bakal Lanjutkan Inseminasi Buatan Pada Maret 2022

“Selain itu, ternak yang sedang masa birahi sering bersuara atau bengak-bengok. Hewan ternak juga terlihat resah dan banyak bergerak, tak mau tenang. Kemudian, alat kelaminnya mengeluarkan lender. Biasanya, ekornya dinaikkan ke atas,” terangnya.Pada saat ternak memasuki masa birahi, dia mengimbau para peternak, agar segera menyuntikan inseminasi buatan pada ternaknya. Sebab jika telat, penyuntikan inseminasi buatannya tidak akan berpengaruh, dan bahkan gagal.Untuk diketahui, masa birahi ternak sapi dan kambing sekitar 18 hari sampai 22 hari dari masa birahi pertama.“Untuk masa birahi itu tidak 18 hari atau 22 hari berturut-turut. Namun, dalam kurun waktu tersebut ternak akan mengalami masa birahi. Kemudian turun lagi birahinya dan nanti masa birahi lagi. Oleh sebab itu peternak harus cermat (melihat ciri-cirinya),” imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler