Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Menjelang perayaan Imlek atau tahun baru china sejumlah kelenteng di Kabupaten Kudus mulai dibersihkan. Salah satunya Kelenteng Hok Hien Bio, Desa Getaspejaten, Jati.

Beberapa sisi di Kelenteng Hok Hien Bio mulai dibersihkan. Namun, untuk kerja baktinya baru dilakukan pada Minggu (30/1/2022) nanti.

Sejumlah lampions serta sarana prasarana di sana sudah terpasang dan diletakkan di tempatnya.

“Kalau hari ini persiapannya baru memasang lampion. Kalau bersih-bersih patung dewanya besok Minggu. Nantinya patung-patung dewa yang di dalam kelenteng ini dikeluarkan semua untuk dibersihkan,” kata Penjaga Kelenteng, Kundori, Jumat (28/1/2022).

Baca juga: Kamsia, Perayaan Imlek Diizinkan di Kudus, Tapi

Kundori menjelaskan ada puluhan patung yang dibersihkan. Dia tidak tahu persis jumlahnya. “Di kelenteng sini tuan rumahnya Dewa Bumi. Dewa utamanya ya Dewa Bumi ini,” terangnya.

Selain patung dewa bumi, patung dewa lainnya juga dibersihkan. Seperti patung pengawal dewa bumi, dan Dewa langit. Lalu ada patung dewa lainnya seperti, Bilik Hua, Tetjong Posat, Kong Tik Tjung, Sun Go Kong, Tjiau Kun Kong, Tjo Su Kong, dan Kwan Im.“Jumlah patung dewanya banyak. Saya tidak hafal. Kalau yang patung dewa-dewanya ada 18. Tetapi itu belum termasuk pengawal,” ungkapnya.Ditambahkannya, metode pembersihan patung dewanya menggunakan air dengan sabun. Kemudian dibilas menggunakan air ditambah bunga-bunga dan wewangian. Bunga yang biasanya digunakan meliputi bunga mawar, kembang setaman dan lainnya.“Kemudian Seninnya sembahyang. Lalu Selasanya Imlek,” jelas dia. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News