Lampion di Kelenteng Kudus Ini Dipasang Setahun Penuh, Ini Tujuannya
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 28 Januari 2022 19:18:42
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Lampion yang dipasang di kelenteng ternyata bukan sekadar hiasan saja. Bagi warga tionghoa, lampion itu dimaknai sebagai sebuah pengharapan dan doa.
Bahkan, menurut Penjaga Kelenteng Hok Hien Bio, Kundori warga tionghoa rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menyumbang lampion yang dipasang kelenteng.
“Mereka yang memasang lampion di sini dengan pengharapan meminta rezeki dan kesehatan. Rata-rata pengharapannya itu,” ungkapnya.
Baca juga: Jelang Imlek, Warga Tionghoa di Kudus Mulai Bersihkan Kelenteng
Di Kelenteng Hok Hien Bio, Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, lampion-lampion itu dipasang setahun penuh. Kemudian, diturunkan saat Imlek di tahun berikutnya.
"Dipasang di sini setahun. Kemudian di Imlek tahun berikutnya diturunkan dan dikembalikan kepada pemiliknya. Biasanya dipasang di rumah," terangnya
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kelenteng Hok Hien Bio, Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Lampion yang dipasang di kelenteng ternyata bukan sekadar hiasan saja. Bagi warga tionghoa, lampion itu dimaknai sebagai sebuah pengharapan dan doa.
Bahkan, menurut Penjaga Kelenteng Hok Hien Bio, Kundori warga tionghoa rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menyumbang lampion yang dipasang kelenteng.
“Mereka yang memasang lampion di sini dengan pengharapan meminta rezeki dan kesehatan. Rata-rata pengharapannya itu,” ungkapnya.
Baca juga: