Penjual Minyak Goreng Curah di Kudus Ini Mengeluh Omzetnya Turun
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 3 Februari 2022 15:00:26
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Salah satu penjual minyak goreng curah di Pasar Bitingan Kudus, Mohari mengeluhkan omzet penjualannya turun dalam dua pekan terakhir ini.
Bahkan penurunannya sampai 50 persen dari sebelumnya. Sebab, ia yang biasa menjual dua kwintal minyak goreng curah, kini hanya mampu jual satu kwintal saja setiap harinya.
Menurutnya, itu imbas dari kebijakan pemerintah. Di mana, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan harga ecer tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah menjadi Rp 11.500 per liternya.
Baca juga: Minyak Goreng Curah di Kudus Naik, Pembeli Kabur
Kebijakan HET itu juga dilakukan pada minyak goreng kemasan jadi Rp 13.500 dan minyak goreng premium Rp 14 ribu.
Namun, hingga kini belum ada penyesuaian dari distributor minyak goreng curah. Akibat belum ada penyesuaian itu, banyak pelanggannya yang beralih ke minyak goreng kemasan. Pasalnya, saat ini harga minyak goreng kemasan lebih murah daripada minyak goreng curah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pedagang minyak curah di Pasar Bitingan, Mohari sedang mengisi jeriken. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Salah satu penjual minyak goreng curah di Pasar Bitingan