Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Kudus membuat para pedagang gorengan pusing. Bahkan mereka harus keliling ke sejumlah toko baru mendapatkan minyak goreng.

Salah satunya Sa’ban. Pedagang kentang goreng dan cimol yang mangkal di kawasan Demaa’an, Kecamatan Kota, Kudus.

Ia mengaku harus keliling ke tujuh toko untuk berburu minyak goreng. Dari hasil memutar di tujuh tempat itu dia hanya mendapatkan minyak goreng dua bungkus minyak goreng ukuran dua liter.

Per bungkus ukuran dua liter itu ia tebus dengan harga Rp 42 ribu.

"Saya sudah mencari di tujuh tempat. Tetapi sulit, saya mencari di Indomaret, pasar, warung, semuanya kosong. Saya baru dapatnya di warung sekitar Menara Kudus," katanya, Rabu (16/2/2022).

Menurutnya, harga tersebut tergolong tinggi. Biasanya dia membeli minyak goreng seharga Rp 26 ribu hingga Rp 28 ribu per dua liter.

"Sudah mengalami kelangkaan minyak sejak seminggu yang lalu," sambungnya.

Baca: Minyak Goreng Langka di Pasar Tradisional Kudus

Jika kondisi ini berlarut-larut, maka ia terancam tak bisa jualan. Ia pun terpaksa pulang ke kampung halamannya di Pekalongan.

"Kalau tidak ada minyak goreng ya terpaksa tidak jualan. Yang pasti perekonomian saya ya terdampak," katanya.Ia sempat berpikir untuk beralih ke minyak curah. Namun menurutnya, justru akan membutuhkan minyak yang lebih banyak."Saya menggoreng kentang dengan minyak satu wajan segini itu paling menggunakan satu liter minyak kemasan. Kalau saya pakai minyak curah habisnya bisa 1,5 liter," ungkapnya.Baca: Awas! Minyak Goreng Palsu Beredar di KudusDia mengatakan, dalam sehari Sa'ban membutuhkan dua liter minyak goreng untuk berjualan. Dia berharap agar minyak goreng stoknya kembali tersedia.Diberitakan sebelumnya, minyak goreng di Pasar Bitingan Kudus juga mengalami kelangkaan.Jikapun ada stoknya tidak banyak, dan harganya mencapai Rp 21 ribu untuk ukuran satu liter dan Rp 41 ribu hingga Rp 42 ribu untuk ukuran dua liter. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler