Harga Kedelai di Kudus Ditaksir Bisa Tembus Rp 12 Ribu
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 22 Februari 2022 15:48:36
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Harga kedelai saat ini menyentuh Rp 11.200 per kilogram. Harga tersebut diprediksi dapat merangkak naik lagi menjadi Rp 12 ribu.
Ketua Paguyuban produsen tahu Desa Karangbener, Bae, Kabupaten Kudus, Bambang Sutrisno mengatakan, kenaikan harga kedelai masih memungkinkan merangkak naik.
"Harga kedelai Rp 11 ribu seperti sekarang ini merupakan yang tertinggi sejak saya menjadi produsen tahu di 2015. Saya mengalami yang sudah-sudah itu selalu di bawah Rp 10 ribu," katanya, Selasa (22/2/2022).
Dia mendapatkan informasi dari koperasi produsen tahu di Kudus jika harga kedelai bisa merangkak ke Rp 12 ribu. Pertimbangan lainnya karena harga kedelai di Indonesia bergantung pada impor.
"Kami ini kan masih bergantung dengan impor. Bisa juga penyebabnya karena itu. Tetapi yang saya tidak tahu apakah stok di sana tipis atau permintaan dari negara-negara yang order semakin banyak juga bisa," ujarnya.
Baca: Produsen Tahu di Kudus Tetap Produksi: Kalau Mogok Malah Rugi
Bambang mengatakan pihaknya tetap menjaga kualitas tahu yang diproduksi olehnya. Dia tidak mau mengurangi kualitas tahu buatannya.
"Kualitas dan takaran untuk membuat tahunya tetap sama. Kalau kami kurangi takutnya malah hasilnya tidak maksimal. Saya juga tidak mengubah ukuran tahu," jelas dia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kedelai tengah diproses untuk diolah menjadi tahu di sentra produksi tahu Karangbener, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Harga kedelai saat ini menyentuh Rp 11.200 per kilogram. Harga tersebut diprediksi dapat merangkak naik lagi menjadi Rp 12 ribu.
Ketua Paguyuban produsen tahu Desa Karangbener, Bae, Kabupaten Kudus, Bambang Sutrisno mengatakan, kenaikan harga kedelai masih memungkinkan merangkak naik.
"Harga kedelai Rp 11 ribu seperti sekarang ini merupakan yang tertinggi sejak saya menjadi produsen tahu di 2015. Saya mengalami yang sudah-sudah itu selalu di bawah Rp 10 ribu," katanya, Selasa (22/2/2022).
Dia mendapatkan informasi dari koperasi produsen tahu di Kudus jika harga kedelai bisa merangkak ke Rp 12 ribu. Pertimbangan lainnya karena harga kedelai di Indonesia bergantung pada impor.
"Kami ini kan masih bergantung dengan impor. Bisa juga penyebabnya karena itu. Tetapi yang saya tidak tahu apakah stok di sana tipis atau permintaan dari negara-negara yang order semakin banyak juga bisa," ujarnya.
Baca: