DBD Bikin Tiga Anak di Kudus Kehilangan Nyawa di Awal 2022
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 24 Februari 2022 10:48:53
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Tiga anak di Kabupaten Kudus meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD). Tiga kasus kematian itu terjadi di awal tahun 2022 yakni dari Januari hingga pertengahan Februari.
Dari data di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus pada Januari 2022 terdapat 79 kasus demam berdarah. Satu kasus di antaranya meninggal dunia, yakni warga Desa Dersalam dengan umur 8 tahun.
Kemudian pada Februari 2022 terdapat 45 kasus demam berdarah di Kota Kretek. Dua kasus di antaranya meninggal dunia.
Kedua korban DBD itu berasal dari Desa Singocandi berumur satu tahun, dari Desa Papringan berumur 12 tahun.
Baca: Jangan Sembarangan Fogging DBD, Ini Waktu Pelaksanaan yang Tepat
Secara keseluruhan di dua bulan tersebut terdapat 124 kasus demam berdarah di Kudus.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi: Petugas melakukan fogging di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kudus belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Tiga anak di Kabupaten Kudus meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD). Tiga kasus kematian itu terjadi di awal tahun 2022 yakni dari Januari hingga pertengahan Februari.
Dari data di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK)