Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Tiga anak di Kabupaten Kudus meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD). Tiga kasus kematian itu terjadi di awal tahun 2022 yakni dari Januari hingga pertengahan Februari.

Dari data di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus pada Januari 2022 terdapat 79 kasus demam berdarah. Satu kasus di antaranya meninggal dunia, yakni warga Desa Dersalam dengan umur 8 tahun.

Kemudian pada Februari 2022 terdapat 45 kasus demam berdarah di Kota Kretek. Dua kasus di antaranya meninggal dunia.

Kedua korban DBD itu berasal dari Desa Singocandi berumur satu tahun, dari Desa Papringan berumur 12 tahun.

Baca: Jangan Sembarangan Fogging DBD, Ini Waktu Pelaksanaan yang Tepat

Secara keseluruhan di dua bulan tersebut terdapat 124 kasus demam berdarah di Kudus.
Secara keseluruhan di dua bulan tersebut terdapat 124 kasus demam berdarah di Kudus."Yang menunggal usianya masih anak-anak. Memang anak-anak rentan. Karena daya tahannya masih lemah," kata Kabid Pencegahan dan Pengenalian Penyakit DKK Kudus, Darsono, Kamis (24/2/2022).Darsono melanjutkan, ada beberapa gejala yang ditimbulkan dari demam berdarah. Seperti gejala panas tiga hingga tujuh hari, mual, muntah, dan terdapat bintik merah di tubuh."Imbauan kami warga melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Caranya dengan menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah dan di luar rumah. Selain itu juga dengan pemberian abate. Abate ini bisa minta ke puskesmas dan gratis," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler