Harus Tahu, Ini Cerita Awal Mula Percetakan Menara Kudus Produksi Alquran Ayat Pojok 5 Jilid
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 11 Maret 2022 15:24:52
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus- Percetakan Menara Kudus sudah sejak lama memproduksi Alquran ayat pojok 5 jilid. Bahkan banyak masyarakat muslim yang sudah memiliki Alquran tersebut. Namun, banyak juga diantara mereka yang tidak mengetahui awal mula munculnya Alquran ayat pojok 5 jilid tersebut.
Secara ekslusif, MURIANEWS berkesempatan untuk melakukan wawancara langsung dengan Manager Percetakan Manara Kudus, Alexander Yusuf yang lokasinya berada di Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Yusuf mengatakan, Alquran Ayat Pojok 5 Jilid itu diproduksi pada sejak 1980 lalu. hingga saat ini pihaknya masih terus memproduksi lantaran banyaknya permintaan masyarakat muslim.
Baca: Percetakan Menara Tertua di Kudus, Penuhi Permintaan Alquran ke Malaysia dan Brunei
Ia bercerita, mulanya ada seorang santri yang membeli mushaf pojok 30 juz kepada KH. Arwani Amin Said atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Arwani. Oleh santri tersebut, Alquran itu kemudian diurai per juz. Sehingga Alquran yang semula satu bendel berisi 30 juz menjadi 30 bendel. Masing-masing bendel berisi satu juz.
“Dari masing-masing bendel juz tersebut, santri itu memberikan pembatas angka dari potongan kalender,” ungkap Yusuf saat ditemui, Jumat (11/3/2022).
Dia sendiri tidak mengetahui maksud dari santri yang mengurai Alquran satu bendel tersebut menjadi 30 bendel. Mungkin juga agar santri tersebut lebih mudah untuk membawanya.
Baca: Ada Pesan Khusus Mbah Arwani dari Mushaf Pojok Menara Kudus
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Penasehat Produksi Percetakan Menara Kudus, Asrori membaca Alquran Ayat Pojok 5 Jilid (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus-