Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Percetakan Menara Kudus sudah sejak lama memproduksi Alquran ayat pojok 5 jilid. Bahkan banyak masyarakat muslim yang sudah memiliki Alquran tersebut. Namun, banyak juga diantara mereka yang tidak mengetahui awal mula munculnya Alquran ayat pojok 5 jilid tersebut.

Secara ekslusif, MURIANEWS berkesempatan untuk melakukan wawancara langsung dengan Manager Percetakan Manara Kudus, Alexander Yusuf yang lokasinya berada di Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Yusuf mengatakan, Alquran Ayat Pojok 5 Jilid itu diproduksi pada sejak 1980 lalu. hingga saat ini pihaknya masih terus memproduksi lantaran banyaknya permintaan masyarakat muslim.

Baca: Percetakan Menara Tertua di Kudus, Penuhi Permintaan Alquran ke Malaysia dan Brunei

Ia bercerita, mulanya ada seorang santri yang membeli mushaf pojok 30 juz kepada KH. Arwani Amin Said atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Arwani. Oleh santri tersebut, Alquran itu kemudian diurai per juz. Sehingga Alquran yang semula satu bendel berisi 30 juz menjadi 30 bendel. Masing-masing bendel berisi satu juz.

“Dari masing-masing bendel juz tersebut, santri itu memberikan pembatas angka dari potongan kalender,” ungkap Yusuf saat ditemui, Jumat (11/3/2022).

Dia sendiri tidak mengetahui maksud dari santri yang mengurai Alquran satu bendel tersebut menjadi 30 bendel. Mungkin juga agar santri tersebut lebih mudah untuk membawanya.

Baca: Ada Pesan Khusus Mbah Arwani dari Mushaf Pojok Menara Kudus
Baca: Ada Pesan Khusus Mbah Arwani dari Mushaf Pojok Menara KudusBerangkat dari cerita itu, Percetakan Menara Kudus kemudian memproduksi Alquran secara lebih sederhana. Tidak lagi satu bendel berisi 30 juz, tetapi 5 jilid dengan masing-masing jilid berisi 6 juz."Untuk memfasilitasi santri. Supaya bawanya ringan dan memudahkan saat  khataman," ujarnya.Sementara itu, Penasehat Produksi Percetakan Menara Kudus, Asrori mengatakan harga Alquran Ayat Pojok 5 Jilid itu Rp 33 ribu hingga Rp 116.500 . Hal itu bergantung pada besar kecilnya ukuran."Tidak boleh beli eceran, misalnya cuma satu jilid. Bolehnya satu paket segini lima jilid," terangnya.Dari produksi Alquran ayat pojok 5 jilid tersebut, pihaknya mendapatkan pesanan hingga dua ribu pcs dalam sebulan. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler