Minyak Langka, Omzet Produsen Kerupuk di Kudus Terjun Bebas
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 24 Maret 2022 14:05:17
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Kudus membuat omzet produsen kerupuk terjun bebas. Apalagi sempat tak bisa produksi, karena sulit mendapatkan minyak goreng curah.
Ini dialami oleh Sunardi, produsen kerupuk di Desa Krandon, Kecamatan Kota, Kudus. Ia mengandalkan minyak goreng curah untuk produksi, karena dianggap lebih murah.
Namun sebulan terakhir, minyak goreng curah sulit didapatkan. Jika ada di pasaran harganya kini menembus Rp 18 ribu per kilogram.
"Sekitar dua pekan lalu saya tidak produksi. Karena tidak mendapatkan minyak goreng curah. Kondisi seperti ini membuat saya kesulitan," katanya, Kamis (24/3/2022).
Meski situasinya sedang sulit, dia berupaya untuk mempertahankan empat karyawannya. Dia tidak ingin memberhentikan karyawannya.
"Jujur omzet saya sampai turun 50 persen. Tetapi saya tetap bersyukur tidak sampai merumahkan karyawan saya dan masih dapat menggaji karyawan," sambungnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pembuat kerupuk asal Kudus menjemur kerupuk di halaman. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Kudus membuat omzet produsen kerupuk terjun bebas. Apalagi sempat tak bisa produksi, karena sulit mendapatkan minyak goreng curah.
Ini dialami oleh Sunardi, produsen kerupuk di Desa Krandon, Kecamatan Kota,