Syekh Abdurrahman, Wali Terseret Ombak saat Mau Berdakwah di Kudus
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 7 April 2022 15:02:01
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Desa Loram Kulon, di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi tujuan seorang wali bernama Syekh Abdurrahman, untuk berdakwah.
Namun belum sampai ke desa ini untuk berdakwah, perahu yang ditumpangi sang wali terseret arus sungai.
Jenazah Syekh Abdurrahman pun dimakamnkan tak jauh dari Masjid wali Loram Kulon.
Berdasarkan cerita Juru Pelihara Masjid Wali Loram Kulon, Afroh Amanuddin, kedatangan Syekh Abdurrahhman diperkirakan terjadi sekitar tahun 1593.
Selain hendak menyebarkan agama Islam, menurut Afroh, Syekh Abdurrahman juga hendak mencari saudaranya.
”Syekh Abdurrahman masih keturunan Joko Tingkir. Ia ingin menyebarkan Islam dan bertemu saudaranya. Namun beliau meninggal terlebih dahulu karena perahunya terseret arus," ujarnya.
Baca: Ternyata Gapura Padureksan Berdiri Lebih Dulu Ketimbang Masjid Wali
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Makam Syekh Abdurrahman Tuan Sang-Sang di sebelah timur Masjid Wali Loram Kulon, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arjil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Desa Loram Kulon, di Kecamatan Jati, Kabupaten