Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Warga Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah rela antre berjam-jam di aula Balai Desa Tumpangkrasak, Selasa (26/4/2022). Mereka rela antre demi mendapatkan minyak goreng curah murah seharga Rp 14 ribu per liter.

Diketahui, harga minyak goreng curah di pasaran saat ini masih sekitar Rp 18 ribu per liter. Sementara untuk minyak goreng kemasan seharga Rp 23 ribu hingga Rp 24 ribu di pasaran.

Pengamatan MURIANEWS, warga Desa Tumpangkrasak antre berjam-jam di aula balai desa. Mereka bergantian antre untuk mendapatkan minyak goreng curah.

Lilik Yuniani, Warga RT 04, RW 05, Desa Tumpangkrasak membawa dua galon untuk diisi minyak goreng curah. Satu galon dapat diisi 15 liter.

"Saya nunggu dari tadi jam satu siang. Sampai sekarang setengah empat masih antre," katanya, Selasa (26/4/2022).

Baca: Korupsi Ekspor Minyak Goreng Disebut Danai Penundaan Pemilu 2024

Lilik mengaku memanfaatkan minyak goreng curah lantaran harga minyak goreng kemasan masih menyentuh harga Rp 25 ribu per liter. Menurutnya, dengan harga tersebut sangat memberatkannya.

"Sebenarnya baru pertama ini menggunakan minyak goreng curah. Harganya dapat Rp 14 ribu per liter. Mumpung murah karena selisihnya kan Rp 11 ribu dari minyak goreng kemasan. Akhirnya ya ke sini," terangnya.

Hal senada disampaikan warga RT 03, RW 07, Mustamiah. Dia antre sejak pukul 12.45 WIB.
Hal senada disampaikan warga RT 03, RW 07, Mustamiah. Dia antre sejak pukul 12.45 WIB."Ini saya bawa galon satu ukuran 15 liter. Saya rela antre karena lebih murah harganya daripada harga minyak goreng kemasan yang masih Rp 25 ribu," katanya, Selasa (26/4/2022).Baca: Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, Ini Kata Pengusaha SawitSementara itu, Kepala Desa Tumpangkrasak, Sarjoko mengatakan pihaknya hari ini mendapatkan dropping dari PT Sogif Jekaeem dari Solo. Jumlahnya delapan ribu liter minyak goreng curah."Tiap-tiap orang minimal beli lima liter dan maksimalnya 20 liter," katanya.Dia menyampaikan, total warga di desanya ada enam ribu orang. Untuk hari ini ada sekitar 400 orang yang mendapatkan minyak goreng curah."Untuk saat ini hari ini saja. Ke depannya belum tahu ada dropping lagi atau tidak," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler