Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Kirab tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah digelar Senin (9/5/2022). Tradisi ini digelar terbatas dengan satu gunungan hasil bumi yang dikirab.

Ketua Panitia Kirab Bulusan, Andi Lukman mengatakan kirab tradisi Bulusan sudah dua tahun terakhir tidak berjalan karena adanya pandemi Covid-19. Yakni pada 2020 dan 2021 silam.

"Dua tahun terakhir ini vakum. Alhamdulillah tahun ini diperbolehkan untuk melaksanakan tradisi ini. Tetapi ya kami laksanakan terbatas hanya satu gunungan saja. Antusias warga bagus dan semoga bisa longgar lagi tahun depan," katanya.

Dia menjelaskan, tradisi Bulusan itu mengkirab gunungan hasil bumi. Terdiri dari 20 jenis sayuran. Untuk jumlah peserta kirab hanya 50 orang saja.

Menurut dia pada 2019 lalu ada sepuluh gunungan yang dikirab. Namun, karena masih situasi pandemi pelaksanaan kirab tradisi Bulusan tahun ini hanya membawa satu gunungan saja.

"Kami rute kirabnya juga sekitaran sini saja dan selesai di depan makam Mbah Dudo di RT 05, RW 05 ini," ujarnya.

Baca: Pedagang Lentog Kudus Kebanjiran Cuan dari Pemudik

Sementara itu, salah seorang warga, Uun Nafiroh mengaku ingin mendapatkan hasil bumi dari gunungan sebagai upaya mengharapkan keberkahan. Dia mendapatkan beberapa sayuran."Iya ini tadi ikut berebut. Dapat gambas, wortel, dan onclang. Memang sengaja ikut berebut karena dua tahun sudah tidak diselenggarakan," imbuhnya.Baca: Meriah, 200 Sapi Ramaikan Tradisi Bakdan Sapi di BoyolaliDia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga tahun depan kirab tradisi Bulusan dapat digelar kembali."Semoga pandemi Covid-19 selesai dan tahun depan bisa ada lagi kirab Bulusan seperti ini," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler