Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus –Muhammad Mukti (53) warga Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat ditemukan meninggal di kamar D'Java Hotel, Kudus, Jawa Tengah, Senin (9/5/2022). Sebelum meninggal, korban sering memesan teh untuk minum obat.

Bagus Sutikno, (23) petugas kebersihan D’Java Hotel Kudus mengatakan, korban sudah beberapa hari menginap di hotel itu. Korban mulai menginap pada Kamis (5/5/2022) lalu.

Saat masuk hotel, korban semula hanya memesan kamar untuk durasi sehari. Namun setiap harinya terus diperpanjang diperpanjang. "Masuk ke sini sendirian. Tidak membawa kendaraan," katanya, Senin (9/5/2022).

Bagus menemukan mayat tersebut berawal dari rasa penasaran. Sebab setiap pagi selama tiga hari terakhir korban selalu meminta teh hangat untuk minum obat. Namun pada hari ini, Senin (9/5/2022) korban tidak meminta teh hangat.

"Saya curiga, terus saya ketuk pintu kamar korban tidak ada suara. Saya lihat melalui jendela juga tidak kelihatan orangnya. Kemudian saya koordinasi untuk cari kunci kamar supaya bisa membuka pintu kamar," terangnya.

Baca: Warga Bogor Ditemukan Meninggal di Hotel di Kudus

Ia mengaku terakhir mengetahui keberadaan korban sejak kemarin sore. "Semalam sudah tidak lihat lagi. Yang bersangkutan sempat mengeluh sakit tenggorokan," ujarnya.

Sementara Kapolsek Jati, AKP Deni Dwi Noviandi menduga korban merupakan pemudik. Karena tertera pada KTP korban kelahirannya di Kudus, meskipun memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jawa Barat."Diduga pemudik, karena tempat‎ kelahirannya di Kudus. Kami masih berusaha mencari keluarganya," sambungnya.Baca: Geger, Mayat Jenis kelamin Wanita Ditemukan Tanpa BusanaSementara itu, dari hasil pemeriksaan Inafis dan dokter tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Sehingga kejadian ini murni meninggal."Penyebab meninggal diduga ada riwayat penyakit. Dan ini ada penemuan obat kuat," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler