Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Lomban Prau digelar di lokasi wisata Mbalong Sangkal Putung, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (9/5/2022). Dalam kegiatan ini, wisatawan bisa menikmati suasana rawa suasana rawa dengan mengayuh becak bebek air ataupun menggunakan perahu.

Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri mengatakan asal mula penamaan Lomban Prau. Menurut dia dulunya nenek moyang biasa melakukan kegiatan menangkap ikan di daerah Rawa Balong Wela (sekarang lokasi wisata Mbalong Sangkal Putung, Desa Kesambi, red).

"Dulu daerah sini kan rawa. Kemudian bergeser menjadi pertanian. Kami dari pemdes ingin tetap nguri-uri agar tradisi dari nenek moyang tidak hilang. Maka kami buat kegiatan Lomban Prau ini setiap tahunnya," katanya, Senin (9/5/2022).

Mokhamad Masri menyampaikan, pihaknya menyediakan satu unit perahu dan lima unit becak air. Harga tiket yang ditawarkan beragam.

Baca: Tradisi Bulusan di Kudus Digelar Terbatas, Hanya Satu Gunungan Dikirab

Harga tiket becak air dipatok Rp 20 ribu. Sedangkan harga tiket untuk perahu seharga Rp 10 ribu. Harga tiket Rp 10 ribu juga berlaku untuk naik mobil remote bagi anak-anak.

"Kami tetap mengutamakan keamanan bagi warga yang naik perahu maupun becak air. Kapasitas perahu hanya boleh dinaiki sepuluh orang. Sedangkan becak air kapasitasnya dua orang," terangnya.

Orang nomor satu di Desa Kesambi itu berharap agar wisata air di tempatnya itu dapat terus dinikmati warga. Hal itu sebagai hiburan murah meriah."Di Desa Kesambi baru punya satu wisata ini. Harapan kami dengan adanya acara ini dapat memajukan wisata di Desa Kesambi," ujarnya.Baca: Empat Tim Dikerahkan Pantau Wisata di Kudus saat KupatanDi acara tersebut pihaknya juga memfasilitasi pedagang. Jumlahnya ada 60 pedagang."Kami juga ajak pedagang agar perekonomian bergeliat kembali. Pedagang yang jualan di sini ada 60 orang yang keseluruhannya berasal dari Desa Kesambi. Lapak bagi pedagang juga free tanpa dipungut biaya apapun," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler