Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Produk peci goni buatan perajin asal Kudus diminati peserta forum G20. Peci goni itu telah dipesan peserta dari Australia dan Senegal. Total 100 buah yang dipesan.

Kegiatan Forum G20 sendiri diselenggarakan di Hotel Tentrem, Yogyakarta, sejak Selasa (10/5/2022) dan berakhir hari ini, Kamis (12/5/2022).

Perajin peci goni asal Kudus yang juga Perwakilan UMKM asal Kudus, Nunung Ervana mengatakan ada 100 buah peci goni yang telah diorder.'

Baca: UMKM Peci Goni Kudus Mejeng di Forum G20 di Yogyakarta

Nunung, mengungkapkan dua negara itu tertarik dengan keunikan peci goni bikinannya. Menurutnya, dua negara itu belum punya produk kerajinan peci goni.

“Kemarin mereka ngobrol pakai bahasa Inggris, intinya mereka bilang di negara mereka tidak ada. Mereka suka dengan keunikannya,” terangnya.

Baca: Pembelian Mesin Rokok untuk KIHT Kudus Terancam Batal, Ini Sebabnya

Nunung mengaku menyanggupi pesanan pre-order 100 pcs peci goni untuk negera tersebut. Dia juga tidak akan menaikkan harga peci goni buatannya itu.

Untuk diketahui peci goni bikinan pria asal Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah itu menjual peci goni beragam model, mulai dari songkok nasional hingga peci standar dengan border.
Untuk diketahui peci goni bikinan pria asal Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah itu menjual peci goni beragam model, mulai dari songkok nasional hingga peci standar dengan border.Untuk model songkok nasional, ia menjualnya dengan harga Rp 85 ribu. Sementara peci goni standar polos atau tanpa logo dijual seharga Rp 35 ribu.Sedangkan peci goni standar yang menggunakan logo bordir bertuliskan Kudus atau bordir gambar Menara Kudus dijual seharga Rp 40 ribu.Kemudian, peci goni Hz-Q polos tanpa logo dijualnya seharga Rp 25 ribu. Sedangkan yang menggunakan logo seharga Rp 30 ribu.Nunung juga membawa peci bludru seperti yang dikenakan oleh tentara Rusia. Peci Bludru model songkok dijualnya seharga Rp 60 ribu.Sedangkan peci bludru model kupluk dijualnya seharga Rp 40 ribu. Nunung juga menjual peci pandan seharga Rp 85 ribu.“Pameran seperti ini merupakan momen langka. Alhamdulillah produk UMKM dari Kudus ada yang bisa mewakili untuk ikut pameran di acara Forum G20,” imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler