Hepatitis Akut Bisa Dicek Lewat SGPT dan SGOT, Apa Itu?
Vega Ma'arijil Ula
Senin, 16 Mei 2022 11:43:14
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Hepatitis misterius akut yang menjangkiti anak-anak di sejumlah daerah di Indonesia belum diketahui penyebabnya. Namun, seseorang mengidap hepatitis akut misterius atau tidak, dapat dicek lewat kadar SGPT dan SGOT.
Dokter Spesialis Anak dari RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, dr Arif Faiza, Sp.A mengatakan, SGPT merupakan Serum Glutamat Piruvat Transaminase. Sedangkan SGOT merupakan Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase.
Keduanya merupakan dua macam enzim yang berhubungan dengan kerusakan sel hati. Baik SGPT maupun SGOT diproduksi oleh sel hati. Saat sel-sel hati rusak, enzim-enzim ini dilepaskan dan kadarnya dalam darah menjadi tinggi.
Dokter Arif Faiza mengatakan, saat seseorang mengalami demam hingga turun kesadaran hendaknya diperiksa kadar SGPT dan SGOT-nya. Hal ini untuk mengetahui apakah seseorang itu mengidap penyakit hepatitis A, B, C, D, dan E atau justru hepatitis akut misterius.
"Kalau kadar SGPT dan SGOT-nya lebih dari 500 unit per liter dengan anak usia di bawah 16 tahun, dan ada gejala seperti diare, demam, muntah, nyeri otot, maka harus diperiksa untuk didiagnosa terjangkit hepatitis jenis apa," katanya, Senin (16/5/2022).
Baca: Hepatitis di Brebes Sempat Tertinggi di Jateng, Semuanya Perempuan
Ia mengatakan, kalau diagnosanya negatif, artinya seseorang tersebut tidak terjangkit hepatitis A, B, C, D, dan E. Artinya, ada dugaan mengarah ke hepatitis akut misterius.
"Kalau negatif, harus masuk ke isolasi di rumah sakit. Tidak boleh isolasi mandiri di rumah. Karena nanti ada risiko penurunan kesadaran," terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi. (Freepik)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Hepatitis misterius akut yang menjangkiti anak-anak di sejumlah daerah di Indonesia belum diketahui penyebabnya. Namun, seseorang mengidap hepatitis akut misterius atau tidak, dapat dicek lewat kadar SGPT dan SGOT.
Dokter Spesialis Anak dari RSUD Loekmono Hadi