Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Penyakit hepatitis akut misterius kini tengah menyebar. Perubahan kulit atau mata menjadi kuning bisa menjadi salah satu tanda dari penyakit misterius ini.

Dokter Spesialis Anak dari RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, dr Arif Faiza, Sp.A mengatakan, perubahan warna kekuningan pada kulit dan mata ini disebut jundice. Atau dalam istilah umum juga dikenal nama penyakit kuning.

Menurutnya, jundice ini terjadi karena adanya gangguan pada hati. Sehingga hati tidak dapat menjalankan fungsi metabolisme dengan baik.

"Penyakit kuning ini diakibatkan adanya penumpukan zat bilirubin di dalam aliran darah," katanya, Kamis (19/5/2022).

Baca: Ini Fakta Tentang Penyakit Hepatitis yang Penting Diketahui

Menurut dia, penyakit kuning secara kasat mata dapat dilihat dari berubahnya warna pada badan seseorang menjadi kuning. Selain itu di bagian mata seseorang yang awalnya bewarna putih berubah menjadi kuning.

"Ciri-ciri lainnya terlihat pada warna urin yang menjadi gelap seperti warna teh," ujarnya.

Ia menyebut, gejala kuning ini memang bisa menjadi salah satu tanda hepatitis akut misterius. Meski demikian, tetap harus didiagnosa terlebih dahulu."Kalau kuning ditandai dengan mual, diare, sesak napas, dan napsu makan menurun itu mengarahnya ke hepatitis," ujar dia.Baca: Hepatitis Akut Bisa Dicek Lewat SGPT dan SGOT, Apa Itu?Oleh karena itu jika sudah ada gejala tersebut agar segera periksa ke dokter. Hal itu bertujuan agar pasien diperiksa laboratorium."Dokter nanti akan mendiagnosa dan menentukan perlu cek laboratorium apa saja. Selain itu nanti dokter yang akan menentukan apakah harus rawat jalan atau rawat inap," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler