Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Warung sate kambing Mbak Ur di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyajikan daging yang empuk. Selain itu, bumbu satenyanya yang meresap semakin menggugah selera, hingga membuat penikmatnya ingin tambah terus.

Warung sate mbak Ur berlokasi di RT 02, RW 07, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Lokasinya mudah ditemukan karena berada di seberang SDN 4 Karangbener.

Siti Ulyati atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan Mbak Ur itu memulai usaha pada tahun 2000. Saat itu dia mendirikan warung sate kambing kali pertama di depan Kantor Polsek Bae, Kudus.

"Karena kontraknya habis dan mau disewakan ke orang lain, akhirnya pindah tempat. Sempat jualan juga di sebelah utara Taman Budaya Kudus tetapi sepi. Terus akhirnya di sini sampai sekarang," katanya, Sabtu (21/5/2022).

[caption id="attachment_291011" align="alignleft" width="1280"] Siti Ulyati menunjukkan menu sate yang siap disajikan ke pelanggan. (MURIANEWS/ VegaMa'arijil Ula)[/caption]

Mbak Ur mengatakan, sate kambing yang dijualnya diklaim memiliki tekstur daging yang empuk. Dia memilih menggunakan kambing yang masih muda.

Selain itu, menurutnya bumbu yang disajikan juga ditambah dengan nanas. Nanas itulah yang nanti dioleskan ke daging kambing sebelum dibakar."Nanas bisa bikin daging menjadi lebih empuk," ujarnya.

Baca: Lezatnya Sate Kambing Tohok Paling Legendaris di Jepara

Sebelum dibakar, Mbak Ur juga memisahkan serat-serat pada daging kambing. Menurut dia hal itu dilakukan bertujuan agar daging sate menjadi lebih empuk.

"Bumbu satenya juga meresap. Dari beberapa pembeli yang sering makan di sini itu katanya bumbunya meresap," sambungnya.

Resep lainnya, menurut Mbak Ur berasal dari kipasan saat membakar daging sate kambing. Dia memilih menggunakan kipas bambu ketimbang memakai kipas angin.
Resep lainnya, menurut Mbak Ur berasal dari kipasan saat membakar daging sate kambing. Dia memilih menggunakan kipas bambu ketimbang memakai kipas angin."Pelanggan pada tidak mau kalau pakai kipas angin. Katanya kurang sedap. Kalau dipikir mungkin kalau pakai kipas angin, arah anginnya kan hanya searah. Kalau menggunakan kipas kan anginnya bolak-balik," kata Mbak Ur.Sate kambing di tempatnya dijual seharga Rp 35 ribu per porsi. Nominal itu sudah termasuk sate sepuluh tusuk, nasi, dan minuman.Baca: Resep Horok-Horok, Kuliner Khas Jepara Sejak Era Penjajahan JepangSelain menjual sate kambing sebagai menu andalan, Mbak Ur juga menjual tongseng dengan harga Rp 35 ribu satu porsi. Jumlah itu juga sudah termasuk nasi dan minuman.Harga yang sama berlaku untuk rica-rica. Yakni seharga Rp 35 ribu sudah termasuk nasi dan minuman. Sedangkan gulai saya jual Rp 20 ribu sudah nasi dan minuman."Saya juga jual lewat Go Food, Grab Food, dan Shopee Food," ungkapnya.Warung yang buka setiap Senin hingga Minggu mulai pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB itu tidak pernah sepi dari pembeli.  Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler