Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Penyakit mulut dan kuku (PMK) kini tengah menyebar ke sejumlah daerah dan menjangkiti ternak. Penyakit ini disebut belum ada obatnya.
PMK menyerang ternak yang memiliki kuku. Seperti sapi, kerbau, kuda, babi, kambing, dan domba. Di Kabupaten Kudus sudah ada delapan ternak yang dinyatakan positif PMK.
Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kudus, Drh Anton Cahyono mengatakan, saat ini PMK memang belum ada obatnya. Penanganan ternak yang terkena PMK dapat dilakukan dengan pemberian supporting.
"Pemberian obat untuk saat ini lewat supporting. Misalnya ternak mengalami demam, dapat diberi obat penurun panas. Kalau ternak terlihat lemas, diberi vitamin supaya staminanya membaik," katanya, Rabu (25/5/2022).
Baca: Hasil Lab Keluar, Delapan Sapi di Kudus Positif PMK
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi: Dokter hewan Dispertan Kudus mengecek kesehatan sapi di salah satu kandang di Desa Besito Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Penyakit mulut dan kuku (PMK) kini tengah menyebar ke sejumlah daerah dan menjangkiti ternak. Penyakit ini disebut belum ada obatnya.
PMK menyerang ternak yang memiliki kuku. Seperti sapi, kerbau, kuda, babi, kambing, dan domba. Di Kabupaten