Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Penyakit mulut dan kuku (PMK) kini tengah menyebar ke sejumlah daerah dan menjangkiti ternak. Penyakit ini disebut belum ada obatnya.

PMK menyerang ternak yang memiliki kuku. Seperti sapi, kerbau, kuda, babi, kambing, dan domba. Di Kabupaten Kudus sudah ada delapan ternak yang dinyatakan positif PMK.

Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kudus, Drh Anton Cahyono mengatakan, saat ini PMK memang belum ada obatnya. Penanganan ternak yang terkena PMK dapat dilakukan dengan pemberian supporting.

"Pemberian obat untuk saat ini lewat supporting. Misalnya ternak mengalami demam, dapat diberi obat penurun panas. Kalau ternak terlihat lemas, diberi vitamin supaya staminanya membaik," katanya, Rabu (25/5/2022).

Baca: Hasil Lab Keluar, Delapan Sapi di Kudus Positif PMK

Menurutnya, pemberian supporting itu dapat membuat kondisi ternak membaik. Bahkan kondisi kaki hewan yang mengalami pincang akibat terpapar PMK, bisa kembali berdiri tegak."Kalau stamina dan imunnya kuat bisa sembuh. Tingkat kesembuhan ternak yang terpapar PMK juga tinggi," ujarnya.Drh Anton mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dengan adanya PMK ini. Menurut dia, penularan PMK hanya terjadi dari hewan ke hewan. "Tidak menularkan ke manusia. Jadi tidak perlu khawatir," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler