Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Para pengurus Lenbaga Amil Zakar Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulana (LAZISNU) Kabupaten Kudus diingatkan kembali dengan targetnya.

Salah satunya target raihan Koin Infaq Nahdlatul Ulama Kudus (INUK) pada 2022, yakni sebesar Rp 10 miliar. Itu mengingat tahun ini hampir menginjak semester kedua.

Itu terungkap dalam agenda halalbihalal dan rapat kerja yang diselenggarakan LAZISNU Kudus bersama Unit Pengelola Zakat Infaq Sedekah (UPZIS) se-Kabupaten Kudus di The Hills Vaganza, Dawe, Kudus, Sabtu (28/5/2022).

Baca: LAZISNU Kudus Targetkan Perolehan KOIN INUK Sebesar Rp 10 Miliar di 2022

Ketua LAZISNU Kudus Ihdi Fahmi Tamami mengatakan pada 2022 ini sudah menginjak semester kedua. Ia mengingatkan agar para pengurus tetap bersemangat demi tercapainya perolehan kaleng koin Infaq Nahdlatul Ulama Kudus (INUK) sebesae Rp 10 miliar.

Di kesempatan itu, ia menghaturkan mohon maaf lahir dan batin. Mohon maaf atas segala kekhilafan baik disengaja maupun tidak.

"Semoga pada suasana masih bulan syawwal ini mendapatkan barokah untuk kita semuanya," katanya.

Ahmad Hamdani, penasehat LAZISNU Kudus mengatakan pengurus LAZISNU baik di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa harus paham maksud dan tujuan LAZISNU.
Ahmad Hamdani, penasehat LAZISNU Kudus mengatakan pengurus LAZISNU baik di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa harus paham maksud dan tujuan LAZISNU."Setiap organisasi harus ada aktivitas, kalau tidak ada aktivitas dapat dikatakan organisasi itu pasif," tuturnya.Hamdani menjelaskan LAZISNU tidak hanya berfokus pengelolaan infaq dan sedekah saja melainkan juga ada zakat. Lebih lagi, lanjutnya, potensi zakat di Kudus sangat besar"ditambah lagi aset zakat dari warga NU itu sangat potensial," imbuhnya.Dijelaskannya, kunci keberhasilan adalah selalu koordinasi antar pengurus. Tetap semangat berkhidmah di LAZISNU."Semoga LAZISNU semakin berkembang, berkiprah, dan memberi manfaat untuk warga Kudus khususnya warga NU," jelasnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler