Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan kembali menggelar pelatihan keterampilan. Sasaran pelatihan ini merupakan kalangan buruh rokok.

Pelatihan keterampilan tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). Alokasi anggaran tersebut yakni sebesar Rp 16,1 miliar.

Pelatihan keterampilan itu menyasar buruh rokok, buruh rokok yang di-PHK, dan masyarakat lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, ada 85 jenis pelatihan yang akan digelar.

Baca: Alun-Alun Lama Kudus Bakal Dihidupkan, Keberadaan Ruko Dinilai Mengganggu

Di antaranya las SMAW (Shield Metal Arc Welding), menjahit kebaya, menjahit pakaian wanita dewasa, operator komputer, dan tata boga.

Kemudian ada barista, hidroponik, anyaman, dan menjahit bed cover. Selain itu ada menjahit pakaian pria, kerajinan kain perca, merajut tas dan dompet, dan pelatihan lainnya.

Rini menambahkan, pelatihan ini sasarannya ada 4.900 calon peserta. Saat ini pihaknya masih dalam tahapan menyiapkan rencana anggaran biaya (RAB).
Rini menambahkan, pelatihan ini sasarannya ada 4.900 calon peserta. Saat ini pihaknya masih dalam tahapan menyiapkan rencana anggaran biaya (RAB)."Pendaftarannya kemungkinan nanti di pekan kedua bulan Juni 2022. Pelaksanaan pelatihan setelah pekan kedua bulan Juni," katanya, Selasa (31/5/2022).Baca: Minyak Goreng Curah Langka Lagi di Kudus, Efek Pencabutan Subsidi?Durasi pelatihannya nanti berbeda-beda. Biasanya 22 hari hingga satu bulan."Untuk fasilitas yang didapat berbeda-beda. Mulai makanan, minuman, modul, kaos, dan tas," sambungnya.Berkaca dari tahun sebelumnya, menurut Rini pelatihan setir mobil paling diminati. Sebab, peserta pelatihan setir mobil mendapatkan SIM A. "Di tahun ini kemungkinan setir mobil juga diminati," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler