Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Harga cabai merah di pasaran kini tengah mahal. Sekilo bisa mencapai Rp 100 ribu untuk jenis cabai rawit merah.

Bagi yang ingin irit bisa dilakukan menanam cabai sendiri. Bisa ditanam di pekarangan rumah, tak perlu lahan yang luas.

Risyanto, petani cabai di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membagikan tips menanam cabai. Menanam cabai bukanlah hal yang sulit, bahkan bisa dilakukan siapapun.

Langkah pertama yang disiapkan adalah menyiapkan lahan atau media untuk menanam. Buat lubang-lubang kecil untuk menabur benih.

"Tabur benih ke lubang dan ditutup tanah. Kemudian diberi pupuk dasar SP36 dan Za untuk menunjang pertumbuhan bibit," katanya, Kamis (9/6/2022).

Baca: Harga Cabai Merah Naik, Petani di Kudus Ketiban Berkah

Media tanam kemudian ditutup menggunakan plastik mulsa. Tujuannya untuk menjaga kelembapan dan mencegah pertumbuhan gulma pengganggu tanaman.

"Jangan lupa diberi trajak bambu. Supaya tanaman cabainya tidak berbelok pertumbuhannya," ujarnya.

Trajak bambu itu kemudian diikat menggunakan tali rafia. Tali tersebut dibentangkan agar tanaman cabainya lebih rapi.

"Kalau musim kemarau disirami sepekan sekali. Tidak perlu disiram setiap hari karena masih lembab," jelasnya.
"Kalau musim kemarau disirami sepekan sekali. Tidak perlu disiram setiap hari karena masih lembab," jelasnya.Pemupukan dilakukan dua pekan sekali. Yakni menggunakan pupuk yang sama seperti saat pertama kali memberikan pupuk."Penyemprotan anti jamur dua hari sekali. Tujuannya untuk mencegah jamur supaya tidak merusak cabai," ungkapnya.Baca: Harga Cabai Rawit di Kudus Rp 100 Ribu, Pembeli Putar BalikSementara jika untuk bertani cabai dengan tujuan bisnis, menurutnya setidaknya harus memiliki luas lahan 1.500 meter persegi. Karena jika kurang dari itu secara hitungan tidak untung."Kalau lahannya kurang dari 1,500 meter itu secara hitungan tidak untung. Karena hanya habis di biaya perawatannya saja," ujarnya.Terakhir, Risyanto menyarankan agar pemula tidak mudah menyerah. Karena gagal panen menjadi hal yang biasa bagi petani."Harus sabar dan tidak cepat menyerah. Kalau gagal panen itu sudah menjadi hal yang biasa," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler