Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Penyakit mulut dan kuku (PMK) masih merebak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kondisi ini menyebabkan penualan ternak kerbau terpengaruh. Mendekati Iduladha penjualan kerbau justru lesu.
Muhammad Sodri, salah seorang penjual kerbau asal RT 05, RW 01, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus pun mengaku terkena dampak wabah PMK ini.
Biasanya setiap tahun dia minimal punya stok 50 ekor kerbau. Namun, untuk pertama kalinya di tahun ini stoknya lebih sedikit. Dia tidak berani ambil stok dalam jumlah banyak.
”Hanya punya stok 40 ekor kerbau saja saat ini. Tidak berani ambil stok banyak karena kondisinya sedang ada PMK ini,” katanya, Jumat (10/6/2022).
Baca: PMK Mewabah, Peternak Grobogan Dilarang Jual Ternaknya ke Luar Daerah
Sodri melanjutkan, saat ini daya beli masyarakat masih melandai. Biasanya sebulan menjelang Iduladha seperti saat ini sudah banyak pembeli.
"Tetapi saat ini dari 40 ekor kerbau baru laku 12 ekor. Tahun-tahun sebelumnya kalau H-1 bulan biasanya paling tidak sudah terjual 20 ekor kerbau," sambungnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Peternak Kerbau di Kudus, Muhammad Sodri merawat kerbau di kandangnya yang terdapat di Desa Sungicandi, Kudus. (Murianews/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Penyakit mulut dan kuku (PMK) masih merebak di Kabupaten