Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus — Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus meminta agar Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, segera mendapatkan alokasi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk ternak. Terlebih saat ini sudah ada ratusan ternak yang suspek PMK.

Dari data yang dihimpun Murianews, per Sabtu (18/6/2022) ada 367 ternak yang mengalami gejala klinis atau suspek PMK. Jumlah tersebut terjadi di 23 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Kudus.

Sebanyak 209 ternak dinyatakan sembuh. Kemudian, 14 ternak telah dipotong paksa. Sedangkan yang dinyatakan positif ada 11 hewan ternak.

Anggota Komisi B DPRD Kudus yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Achmad Yusuf Roni mengapresiasi langkah Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus yang telah berupaya mengusulkan pengadaan vaksin PMK bagi hewan ternak.

Namun pihaknya meminta agar tak sebatas pengajuan, tetapi harus benar-benar mendapatkan ketersediaan vaksin PMK.

”Langkah yang sudah bagus dari Dispertan Kudus. Tetapi kami berharap jangan hanya sebatas usulan. Tetapi Kabupaten Kudus harus mendapatkan alokasi vaksin PMK," katanya, Sabtu (18/6/2022).

Baca: Dispertan Kudus Mulai Kaji Kebutuhan Vaksin PMK

Menurutnya, vaksin merupakan cara yang bagus untuk mencegah penyebaran PMK. Sehingga dapat membantu peternak.

”Apalagi sebulan lagi kan mau Iduladha. Kalau kesehatan ternak terjaga, harga ternak juga stabil. Sehingga tidak merugikan peternak," sambungnya.Dia berharap ketersediaan vaksin benar-benar ada untuk dialokasikan di Kabupaten Kudus. Sehingga tidak hanya sebatas usulan semata.”Semoga terealisasi dan tidak hanya sebatas usulan saja. Memang jika dibandingkan daerah lain seperti di Jawa Timur, untuk di Kudus masih tergolong rendah penyebaran PMK nya. Tetapi tidak serta merta dibuat santai begitu saja," tandasnya.Baca: 138 Ternak di Jepara Sembuh dari PMKSementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan Kabupaten Kudus Agus Setiawan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait ketersediaan vaksin PMK."Kami terus berkomunikasi terkait penyediaan vaksin. Masih berkoordinasi terkait jumlah kebutuhannya berapa. Kami juga tidak hanya menunggu saja tetapi komunikasi terus terjalin," katanya, Sabtu (18/6/2022). Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler